Showing posts with label jodoh. Show all posts
Showing posts with label jodoh. Show all posts

Sunday, July 06, 2014

Modus, Jaga Ia Jika Kau Mencintainya

Modus.. Modus..
Hentikanlah segala modus itu
Jika kau ingin mendekati hati seseorang
Maka dekatilah Sang Maha Pemilik hatinya
Come on.. 
Jangan gadaikan dirimu dalam jalan yang tidak sesuai dengan aturan-Nya hanya karena kau terlalu takut kehilangannya
Kau terlalu pengecut..
Terlalu terburu-buru

Bangunlah cintamu di bawah naungan-Nya jika kau memang mencintainya
Jangan justru kau jatuhkan ia dalam kemaksiatan yang kau bilang itu adalah cinta
Tidak, itu bukan cinta..
Itu adalah nafsu..

Jika kau mencintainya, seharusnya justru kau akan menjaganya
Diamlah, jika perlu menjauh..
Cukup cintai ia dalam diammu
Itu jika kau belum siap untuk membangun keluarga bersamanya
Tidak perlu kau tebar modus-modusmu yang memberi banyak peluang untuk ladang kemaksiatan
Jika kau sudah diam dan menjauh namun ternyata ada yang mendahuluimu menjadi pemilik hatinya, tenanglah..
Itu berarti ia bukanlah jodohmu
Tapi cinta yang telah kau bangun karena-Nya tidak akan runtuh begitu saja
Justru dengan cintamu itu, Dia akan menyandingkanmu dengan jodoh terbaik pilihan-Nya

NB:
Teruntuk para moduser

Baca juga: It's about VMJ

Friday, February 21, 2014

Wahai Perempuan! Kunci VMJ Itu Ada Pada Mu..



Dulu sewaktu saya masih kuliah, saya dapat sebuah nasihat dari salah seorang guru saya. Beliau mengatakan, “Perempuan lah yang menentukan terjadinya sebuah pelanggaran”. Pelanggaran di sini maksudnya keterjangkitan penyakit pada sepasang laki-laki dan perempuan akibat Virus Merah Jambu (VMJ) sehingga melakukan hal-hal yang menyimpang dengan ketentuan Allah. Ucapan itu membuat saya terus menerus berpikir keras dan agak nggak terima sebenernya, “What?! Perempuan? Loh koq gitu? Bukannya justru laki-laki yang suka godain perempuan ya? Yang suka ngedeketin duluan juga kan laki-laki, yang nyatain perasaan duluan ngajak jalin hubungan dengan si perempuan kan laki-laki. Coba kalau laki-lakinya bisa jaga hati, nggak suka godain, nggak ngajak berkomitmen yang apalah namanya kan nggak bakal terjangkit VMJ”. Tentu bagi perempuan yang udah mati-matian  menjaga dirinya nggak bakal terima juga mendengar kalimat tersebut. Hal ini yang kemudian coba saya pahami kurang lebih selama 4 tahun. Selama 4 tahun itu saya pun mengalami berbagai kejadian.

Ok, saya tidak mengatakan bahwa saya bersih dari noda-noda VMJ tersebut. Saya pun pernah terkena serangannya, nyaris terinfeksi. Bagaimana bisa? Ya, karena VMJ ini hidup bekerja sama dengan suatu senyawa bernama nafsu. Nafsu itu sendiri sudah mematikan, apalagi ditambah VMJ, Galz. Ia tidak terasa, tidak terlihat, tapi begitu mematikan karena ia begitu melenakan. Namun sebelum VMJ itu menjangkit lebih parah lagi, saya bersyukur selalu diingatkan oleh-Nya.

Dulu jaman-jaman saya kuliah, jaman-jamannya aktif di sana-sini. Otomatis banyak berkomunikasi dengan orang-orang dan tidak menutup kemungkinan untuk berkomunikasi dengan lawan jenis jika dibutuhkan. Saat itu lah syetan mulai memainkan tipu dayanya untuk menyebarkan VMJ. Terkadang kalau kita nggak mawas diri, komunikasi dengan lawan jenis itu bisa dengan mudah disimpangkan oleh makhluk itu ke jalan dimana terdapat bibit-bibit VMJ. Layaknya sebuah virus pada umumnya, saat VMJ itu bertemu dengan sesuatu yang bisa menjadi inang nya, maka ia akan hidup dan mulai menginfeksi sang inang. Saat itu lah yang saya sebut dengan serangan VMJ. Saking melenakannya serangan VMJ, saat saya diteriakin sama Dia “Wake up! Sadar, Syif!!” saya sampai kaget tercengang-cengang dan baru lah saya sadar, “Wow! Apa nih?! Koq saya sama dia jadi deket banget gini?! Harusnya kan nggak kayak gini”, seakan nggak sadar kalau udah berjalan terlalu jauh. Astaghfirullah. Setelah saya sadar, alhamdulillah keadaan bisa segera kondusif kembali. Siapa yang memutus rantainya? Saya, ya saya sebagai perempuan. Lebih tepatnya bukan saya sih sebenernya, tapi Dia yang masih sayang sama saya dan nggak mau saya sakit. Dia yang ngasih saya kesadaran, Dia yang selalu menjaga saya, Dia yang mengokohkan benteng petahanan saya, Dia dan Dia.

Selain itu saya pun memperhatikan beberapa sahabat saya. Saya perhatikan bagaimana mereka menyikapinya. Kejadiannya pun bervariasi. Ada yang jebol pertahanannya, mereka lah yang pada akhirnya terinfeksi VMJ. Ada juga yang tetap kokoh tak terkalahkan sampai akhirnya menikah, mereka lah yang senantiasa menjaga hatinya dan menangkis segala serangan-serangan VMJ. Alhamdulillah masyaAllah. Sebenarnya saya kurang PD untuk menuliskan hal ini karena saya sendiri masih dalam masa pencarian. Kan enaknya itu kalau nulis gini udah berdasarkan true story sendiri gitu. Jadinya bisa nulis cerita secara full sampai akhir kisah..ceilah. Tapi saya pikir lagi, keburu lupa sama ide nulisnya, keburu feel nya ilang juga. Selama niatnya baik dan dalam diri kita punya kemauan yang kuat untuk terus belajar memperbaiki diri, I think it’s Fine. So, I write this. Lagipula saya punya contoh suksesnya koq dari sahabat-sahabat saya itu..hehe

Well, lalu apa maksudnya tulisan ini? Jadi, akhirnya saya menemukan jawabannya tentang nasihat dari guru saya di paragraf pertama di atas. Ternyata nasihat itu memang 100% benar. Kita lah (perempuan) yang memegang kunci penyebaran VMJ. Ya, kita Galz. Saat kita punya antibodi yang kuat, seperti apapun bentuk serangan virus yang dibawa oleh sang adam, insyaAllah virus tersebut mampu kita kalahkan sehingga tidak sampai menginfeksi hati kita ke tahap lebih lanjut. Serangan VMJ dari kaum adam itu bisa kita ibaratkan ketika ada seorang sales yang datang ke rumah untuk nawarin barang-barang atau kartu kredit. Maka kita yang memegang kunci rumah, kita lah yang menentukan akankah kita biarkan sales tersebut masuk ke dalam rumah kita atau tidak. Saat kita terbawa tipu daya syetan, bisa saja pintu itu kita buka dan kita biarkan sales tersebut menawarkan produk-produknya di depan pintu tanpa menyuruhnya masuk. Saat kita mulai termakan omongan-omongan si sales, saat itu lah kondisi dimana kita mulai terlena dan kalau kita nggak cepet-cepet sadar yang ada ya kita melakukan apa yang disuruh sama si sales. Abis itu bingung deh, “Ngapain ya tadi saya beli barang ini?”. Nah Loh!

Coba bayangkan jika kita tidak menjaga diri kita, coba jika kita tidak memberikan benteng yang tinggi, coba jika kita tidak begitu keras memberikan antibodi VMJ, maka virus tersebut akan dengan mudah menjangkit kita beserta para lelaki yang datang menggoda atau mendekati kita dan kemudian virus tersebut bermetamorfosis menjadi sebuah hubungan yang tidak halal, tanda infeksi telah berada dalam tingkatan akut. Tidak halal di sini bukan berarti zina secara nyata yah, Galz. Melainkan segala bentuk hubungan atau komitmen bersama selain menikah karena dalam islam nggak mengenal kata pacaran, teman tapi mesra (TTM), ataupun hubungan tanpa status (HTS). Ada sih pacaran yang islami. Mau tau caranya? Caranya nikah dulu baru deh pacaran..hahhaa.

Jika kita berpikir bahwa mereka (kaum adam) dong yang harusnya memperlakukan kita dengan mulia, bukan malah menggoda kita. Mereka dong yang harusnya nggak pake ngungkap-ngungkapin perasaan kalau emang belum siap nikah, dsb. Tapi sadarkah, bahwa perempuan itu diciptakan dengan daya tariknya masing-masing. Bukan narsis. But, It’s true. Entah itu keceriaannya, kemampuan menginspirasinya, keistiqamahannya, perhatiannya, keterampilah masaknya, prestasinya, dan masih banyak lagi yang bisa menjadi daya tarik seorang wanita bagi seorang lelaki.

So, kita lah yang menentukan akan berlanjut kah suatu infeksi VMJ atau tidak. Tugas kita adalah jangan pernah memberi celah kepada mereka (kaum adam) untuk menularkan VMJ pada kita. Kita lah yang harus membantu mereka untuk menjaga hati. Jika mereka tersesat dan sampai pada pintu yang salah, arahkan mereka pada pintu yang benar. “Mas-mas, mohon maaf pintu ini disegel, kalau mau masuk rumah ini silahkan lewat pintu yang itu, di situ ada ayah saya yang ngejagain pintunya, silahkan minta ijin beliau dulu kalau mau masuk”.

Semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah dari perbuatan-perbuatan maksiat. Menikah, membina sebuah keluarga adalah ibadah. Tentu merupakan hal yang baik. Maka sudah semestinya kita menggapainya pun melalui cara yang baik agar hasilnya penuh dengan keberkahan. Jika kebaikan yang dicapai dengan sebuah kemaksiatan, maka akan hilang lah keberkahannya. Saya yakin bahwa seseorang yang menjaga agamanya, maka Allah akan memberikan ia jodoh terbaik pilihan-Nya. Saya yakin bahwa segala peraturan yang telah ditentukan Allah pasti memiliki kebaikan yang segalanya akan indah pada waktunya. Sayangnya keyakinan seperti ini kian memudar pada anak muda jaman sekarang, meskipun yang memegangnya kuat-kuat pun masih ada.

Hei, Galz! Menanti datangnya jodoh itu termasuk dalam sebuah ujian. Dan Allah tidak akan memberikan suatu ujian di luar batas kemampuan kita. Jika Allah belum meberi kita jodoh hingga saat ini, bersabar lah. Itu berarti Allah tau bahwa kamu masih mampu untuk bersabar.

Apakah manusia menyangka bahwa mereka akan dibiarkan saja berkata kami beriman, padahal mereka belum diuji (QS. Al-Ankabut: 2)
..Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang patut diutamakan (QS. Ali-Imran: 186)
Hai orang-orang yang beriman, bersabar lah dan kuatkan lah kesabarab mu.. (QS. Ali-Imran: 200)


Hai Wanita!
Jadilah seperti bunga mawar yang tak sembarang orang dapat menyentuhmu..
Kau mekar indah,namun keindahan tersebut kau berikan hanya untuk sang pemilik bunga yang berani memetikmu langsung dari batangmu..
Ia memetikmu dengan penuh kehati-hatian dan kesabaran..
Ia tahu bahwa dibalik duri-durimu sesungguhnya terdapat keindahan yang mempesona..

#Karena Kamu Begitu Berharga#


Sunday, March 02, 2008

Wa La TaqarabuzZina..



Hmm..di jaman sekarang rasanya sudah semakin banyak sekali terjadi pelanggaran-pelanggaran agama, dalam tema kali ini saya lagi pengen bahas mengenai pergaulan antara ikhwan and akhwat niyh..Cz ironisnya, saat ini sudah semakin banyak sepasang Ikhwan dan Akhwat yang memiliki kududukan dalam organisasi Islam melakukan hal-hal yang kurang syar’i, baik itu secara sadar ataupun tidak. Mulai dari yang kurang menjaga hijab, bahkan sampai ada yang benar-benar melakukan hal yang sangat..sangat tidak syar’i (p*****n). Atau ada juga yang sering terlihat berjalan berduaan, bahkan teman-teman dekatnya pun sudah tahu bahwa ’there something between them”. Hanya saja mereka tidak memakai label ’jadian’ and berselimut pada label ’ukhuwah’. Bilangnya siyh sudah berkomitmen...Tapi, apa gitu caranya. Ayo kita gunakan akal kita untuk berpikir sejenak. Atau ada juga yang memang jarang atau tidak pernah terlihat berduaan. Tapi, SMS jalan terus.. Nah! Ini ni yang kudu’ dilurusin.

Sesungguhnya semua perbuatan-perbuatan yang disebutin di atas termasuk dalam hal-hal yang mendekati zina. Ingatlah firman Allah yang berbunyi: ” Wa La TaqarobuzZina..”. Yang artinya: ” Janganlah kamu sekalian mendekati pada zina ”. Ironisnya ada beberapa plesetan aliaz penyepelean dari firman-firman Allah mengenai bab ini. Nggak sedikit yang menganggap nggak pa-pa sentuhan sama yang bukan muhrimnya, nggak pa-pa boncengan (tanpa da hal darurat), dll yang penting bukan zina. Masya ALLah!!... Atau da yang berpendapat juga, nggak pa-pa sentuhan dengan yang bukan muhrim cz sama-sama nggak da rasa. Dari begitu banyak kejadian, tentunya ada faktor-faktor yang menyebabkan ini terjadi. Nah! Apa siyh yang bisa buat kita kaya’ gitu?!

Pertama, terkalahkannya kita oleh hawa nafsu. Ini menjadi faktor utama yang memacu diri kita untuk melakukan peyimpangan/ pelanggaran. Nafsu ingin memiliki, nafsu ingin mendapatkan kasih sayang dari lawan jenis, atau nafsu ingin mengikuti trend (biar gaul gtu ceritanya..). Dan ini merupakan hal yang sulit untuk dilawan. Oleh karena itu terdapat sebuah ungkapan, ”yang menjadi musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri”. Dan yang membuat diri kita sebagai musuh terbesar adalah karena adanya nafsu di dalam diri kita. Karena nafsu, seseorang tak lagi dapat berpikir matang. Karena nafsu, terjadi perpecahan di mana-mana. Karena nafsu, membuat kita tak tau lagi mana yang hak dan mana yang bathil. Dan karena nafsu pula lah yang membuat sepasang kekasih melakukan perbuatan dosa besar (zina). Na’udzubillahi mindzalik..Ingatlah sahabat, beberapa sabda Rasulullah SAW, diantaranya:

“Orang yang pandai itu adalah orang yang dapat menundukkan nafsunya dan berbuat untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang memperturutkan nafsunya dan mengharap dari Allah agar angan-angannya terwujud” (HR Imam At-Tirmidzy, Imam Ahmad, Imam Al-Hakim dan Imam Ibnu Majah)

”Pemusnah agama itu ada tiga. (yaitu) Rasa bangga terhadap diri sendiri (ujub), sifat bakhil (kikir) yang dituruti, dan hawa nafsu yang diikuti” (HR Al-Askari dari Ibu Abbas secara marfu').


Pikirkan dan pikirkanlah sahabat..Apakah nafsu ataukah kemuliaan di sisiNya yang lebih berarti. Apakah bila kita megikuti nafsu dapat menghindarkan kita dari siksa api neraka bila kita tiba-tiba saja mati ketika sedang mengikuti nafsu tersebut. Misalnya, ketika kita sedang berjalan berduaan dengan sang do’i. Truz, tiba-tiba jha kita kecelakaan yang kemudian membuat kita meninggal dunia. kLo udah kaya gitu, meninggal dalam keadaan sedang melakukan pelanggaran and termasuk ’su’ul khotimah’. Na’udzubillahi mindzalik. So, jangan sampai kita terperosok di dalam hawa nasfu kita. Ingatlah bahwa kematian itu datangnya sewaktu-waktu. Sesungguhnya, ketika kita telah diperbudak oleh hawa nafsu, syetan sedang berpesta pora merayakan keberhasilannya untuk menjerumuskan kita ke dalam perbuatan dosa.. Salah satu tips agar bisa mengalahkan nafsu kita, yaitu senantiasa menambah kefahaman kita terhadap agama dan selalu memikirkan tiap perbuatan yang kita lakukan. Apakah lebih banyak mendatangkan kefadhlalahan atau kemudhlaratan.

Kedua, kurangnya kefahaman agama. Seperti pembahasan pada poin satu bahwa salah satu tips agar bisa mengalahkan nafsu kita, yaitu dengan menambah kefahaman agama kita. Siapa siyh yang nggak ingin mendapatkan kasih sayang yang lebih? Khususnya dari lawan jenis kita dan bermanja-manjaan. Bila tidak ada aturan yang melaraang kita untuk membatasi pergaulan kita, tentunya kita semua ingin. Namun, Islam melarang itu sebelum kita menjadi yang halal bagi seorang yang bukan muhrim kita..And hanya dengan kefahaman ilmu agama lah kita dapat menangguhkan keinginan kita itu. Karena, kefahaman kita yang membuat kita tahu seberapa banyak kemudhlaratan yang ada pada tiap-tiap perbuatan yang kita lakukan, apa yang Allah perintahkan kepada kita, dan apa yang Allah larang kepada kita, serta balasan apa yang akan kita dapat di akhirat nanti dari perbuatan-perbuatan kita.

Islam melarang kita untuk bersentuhan antara dua orang yang bukan muhrimnya. Padahal sekiranya diperbolehkan, dengan sedikit sentuhan tidak akan menimbulkan fitnah. Namun, kenapa kita dilarang?..Karena dengan sedikit saja sentuhan dari wanita dapat membangunkan syahwat seorang ikhwan. Apalagi dengan bersepi-sepian dan pacaran, yang mana syetan menjadi orang ketiga di antara mereka. Banyak fitnah yang bisa ditimbulin. Teruz, hal tersebut akan semakin mendekatkan kita pada perbuatan dosa yang lebih besar.

Maka, dalam poin ini, kita sebagai umat Islam hendaklah semangat dalam mencari ilmu. Ingatlah beberapa sabda Nabi:

”thalabul ’ilmi fariidhlatun ’ala kulli muslimin”
Adapun mencari ilmu itu wajib atas tiap-tiap orang muslim (Ibnu Majah:224)

”man khoroja fiithalabil ’ilmi fahua fiisabiilillahi hatta yarji’i”
Barang siapa yang keluar dalam mencari ilmu, maka mereka berada di dalam jalannya Allah sehingga kembali dia” (Tirmidzi:2785)

Ayo kita semangat meningkatkan kefahaman kita!..Jangan mau hidup hanya sebagai muslim/muslimah yang biasa-biasa saja. Membiarkan diri kita pada keadaan jahiliyah aliaz stupid.

Ketiga, kurang mutawari’ (hati-hati) terhadap suatu perbuatan. Adapun yang dimaksud kurang mutawari’ di sini adalah mereka secara tidak sadar bahwa mereka telah melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Sebagai contoh, ketika seorang ikhwan dan seorang akhwat berjalan berduaan atau asik SMS-SMSan. Mungkin karena saking asiknya, mereka tidak sadar bahwa perbuatan mereka dapat dikategorikan sebagai khalwat (bersepi-sepian). Apakah SMS termasuk khalwat?! Jawabannya adalah..Ya. Sebagian para ulama’ berpendapat bahwa SMS/ surat-suratan termasuk ke dalam khalwat. Mengapa..karena ketika seorang ikhwan dan akhwat berSMSan atau surat-menyurat hanya terdapat dua pihak saja, yaitu si ikhwan dan si akhwat. Terus muncul dyeh pihak ketiga...Kalo udah muncul si pihak ketiga itu, dari hal yang syar’i pun bisa berubah haluan menjadi pelanggaran. So, kita kudu’ hati-hati ya..^_^

Keempat, sikap yang terlalu menyepelekan dosa-dosa kecil..Nah!! ini ni yang banyak banget terjadi. Pernah denger nggak cerita mengenai seorang rojul pada jaman dulu..

Kurang lebih singkat ceritanya: Ada seorang rojul (laki-laki) yang tampan sehingga banyak perempuan yang tertarik kepadanya. Sayangnya ia adalah seorang yang paham agamanya sehingga para wanita tidak bisa merayunya. Hingga pada suatu hari ia dijebak. Ia diundang ke rumah seorang wanita pelacur. Ia pun datang. Namun, ketika ia sudah masuk ke rumah tersebut.. Wanita itu mengunci rumahnya sehingga hanya ada mereka di tambah seorang anak kecil yang merupakan anak si wanita (kLo G saLah). Lalu si wanita mengajak rojul tersebut untuk berzina dengannya. Tentunya Sang rojul menolak donk..Nah karena tu rojul menolak, maka wanita tersebut mengancam sang rojul. Ia memberikan ”3 pilihan”:
Pilihan 1: arak
Pilihan 2: berzina dengan wanita tersebut
Pilihan 3: golok untuk membunuh wanita tersebut.

Lalu sang rojul tadi berpikir, dari ketiga larangan Allah tersebut, yang paling kecil dosanya adalah minum arak dibandingkan harus berzina atau pun membunuh (sedikit aja koq). Lalu ia pun meminum arak tersebut. Lalu si wanita memaksa agar ia menambah minumnya. Lagi-Lagi berpikir..”udahlah, sedikit lagi ini koq”. Setelah ia meminum lagi arak yang disodorkan. Sang wanita pun memaksa kembali agar ia menambah araknya. Terus begitulah..hingga sang rojul pun menjadi mabok. Lalu karena mabok, maka ia pun berzina dengan wanita tersebut. Lalu setelah selesai berzina, ia takut sang wanita menyebarkan apa yang telah ia lakukan pada hari itu. Maka, ia membunuh wanita tersebut dengan golok yang ada. Dan karena ia takut ketika anak kecil yang ada di rumahnya kelak ketika besar nanti akan membalas dendam kepadanya, maka ia pun membunuh anak tersebut.

Nah..cerita tersebut dapat menjadi inspirasi kita sebagai perumpamaan bila kita doyan menyepelekan dosa. Dalam hal ini, yang sering terjadi adalah penyepelean mengenai hijab. Seringkali ikhwan and akhwat dengan tenangnya berbicara dengan jarak yang begitu dekat. Atau asik-asikan bercanda sampai tabok-tabokan..Biasanya penyepelean ini berlandaskan pada reason: ” kan aku sama dy nggak da rasa, jadi nggak papa ”. Alasan nggak papa di sini muncul dari: karena sama-sama tidak ada rasa, jadi nggak bakal numbuhin syahwat. Eits!! Kita kudu’ inget niyh..Meskipun di antara dua orang yang bukan mahrom sama-sama nggak ada rasa, tapi kita kudu’ jaga hijab aliaz jarak/batas. Jelas-jelas udah ada dalilnya. Sesungguhnya ungkapan "sentuhan dengan yang bukan mahrom tu nggak pa pa kLo nggk da rasa" yang sering muncul merupakan bentuk menyepelekan dari dalil yang sudah ada. Wahai sahabat, dalam pergaulan antara lawan jenis non-mahrom, Islam udah punya aturan sendiri. So, pakailah aturan tersebut..Jangan dikurangi atau ditambahin sendiri..
Ingat Lowh da beberapa kriteria yang bisa membuat suatu dosa kecil menjadi besar, diantaranya:
  1. Dilakukan secara ters-menerus, cz terlalu menyepelekan. Akhirnya, hati jadi nggak sensitif lagi sama dosa. Udah dyeh..
  2. Dilakukan secara terang-terangan. Karena udang keenakan, enjoy aja sama perbuatan dosa. So, jadi berasa nggak punya salah pas ngelakuin tu perbuatan dosa.
  3. Menyepelekan bahwa Allah selalu memantau kita dari layar monitor yang super canggih.
Semoga kita semua bisa saling mengingatkan ya.. ^_^ And dapat menjadi orang yang selamat menyelamatkan.