Showing posts with label Gamus. Show all posts
Showing posts with label Gamus. Show all posts

Saturday, September 20, 2014

Lagi-Lagi Tentang Gamus..


Malam ini tiba-tiba saja saya mendadak mellow melihat foto-foto terbaru bersama para sahabat Gamus sambil ditemani musik instrumen milik Yiruma. Jadi berasa makin romantis deh kan. Kalau dipikir-pikir, momen mellow ini selalu muncul beberapa waktu kemudian setelah saya mendapatkan momen berkumpul bersama sahabat Gamus. Di tahun ini, sebelumnya di akhir bulan Juni kemarin ada Meet and Great Sahabat Gamus yang diinisiasi angkatan 2007. Kemudian yang terbaru adalah acara walimatul ‘ursy salah seorang sahabat kami, Elissa Kurnia Dini alias E’el, yang baru saja berlangsung kemarin (Ahad, 14 September 2014). 

You know lah ya masa-masa setelah lulus kuliah itu acara nikahan udah jadi semacam sarana reunian. Senangnya double, pertama senang karena sahabat kita nikah dan yang kedua senang juga karena kita bisa bertemu dan bercengkrama dengan sahabat-sahabat lainnya. Bahkan 2 jam itu nggak kerasa apa-apa saking menikmatinya momen pertemuan berharga itu. Kadang kita saling kagum dengan perubahan dan pencapaian sahabat kita, kadang kita juga tertawa kecil melihat tingkah konyol yang masih saja kuat melekat pada diri mereka. Ah, ya Allah.. Terima kasih Engkau telah mempertemukanku dengan mereka.

Sejujurnya, dulu saya termasuk dalam tipe orang yang anti-sosial. Walaupun sebenarnya saya cukup aktif di beberapa ekskul sekolah dan saya juga tidak mengalami kendala dalam hal pertemanan. Tapi, saya tidak pernah membiarkan orang lain masuk dalam kehidupan saya dengan predikat sebagai seorang sahabat. Rasanya saya tidak begitu percaya diri untuk menyebut mereka "sahabat" karena sayapun bukanlah sosok yang bisa mereka andalkan sebagai sahabat. Entah apa yang membuat saya seperti itu. Mungkin karena saya terlalu takut untuk mengalami kekecewaan.

Lambat laun, sayapun merasa begitu kesepian meski sebenarnya saya sudah dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang sudah banyak mengisi dan memberi warna dalam hari-hari saya. Akhirnya, saya putuskan untuk benar-benar belajar memahami apa itu makna dari sebuah persahabatan. Tiga tulisan ini adalah tulisan yang saya buat dalam perjalanan menemukan makna sebuah persahabatan, satu di antaranya merupakan tulisan yang tidak sengaja saya temukan entah siapa penulisnya. Salah satu dari sekian kisah pembelajaran itu adalah dipertemukannya saya dengan sahabat-sahabat istimewa di Keluarga Muslim (Gamus) IM Telkom.

Sayangnya, kini nama itu tinggallah sebuah nama karena kini ia telah bertransformasi menjadi LDK Al-Fath Universitas Telkom, melebur bersama empat lembaga dakwah kampus (LDK) yang ada di masing institusi. Ya, karena kini tidak ada lagi IM Telkom, IT Telkom, STISI, ataupun Politeknik Telkom. Kini hanya ada Universitas Telkom dengan Al-Fath sebagai salah satu LDK di dalamnya. Namun, bagi kami nama Gamus akan selalu melekat dalam ingatan kami. Bahkan saking mellow nya di masa pembubaran Gamus, saya sampai membuat puisi Seuntai Kata untuk Gamus.

Saat saya melihat foto-foto bersama sahabat Gamus, ingatan ini seakan flashback secara otomatis beberapa tahun yang lalu sejak jaman-jaman kami masih menyandang status mahasiswa. Main sama-sama, organisasi sama-sama, ada beberapa yang magang pun sama-sama, gila sama-sama, berantem, dll. Usia, angkatan, atau asal daerah tidak jadi masalah bagi kami. Kakak senior bagaikan kakak sendiri, adik junior bagaikan adik sendiri, teman seangkatan bagaikan saahabat seperjuangan. Kita tumbuh menjadi sebuah keluarga istimewa, Keluarga Muslim.

Tak peduli sudah berapa lama kami terpisah setelah melewati pintu gerbang tempat bersejarah itu (IM Telkom).. Hingga saat ini, bahkan tiap momen pertemuan bersama mereka sungguh berarti. Semoga Allah selalu memberikan kami kesempatan untuk bisa menjalin kemesraan persahabatan ini sampai nanti sudah pada nikah, sudah pada punya anak, dst. Love you full, Guys!

GAMUS always full of LOVE

NB:
Ada kutipan bagus nih yang menurut saya ini bener banget. Kata-kata ini saya dapat dari film X-Men terbaru, Days of Future Past.

Just because someone stumbles, loses their way..
It doesn't mean they're lost forever 
Sometimes we all need a little help
I'm not the man I was, I opened my mind
It almost overwhelms me
You're affraid
It's not their (people) pain you're afraid of
It's yours
And as frightening as it may be, that pain will make you stronger
If you allow yourself to feel it, embrace it
It will make you more powerful than you ever imagined

Hanya karena seseorang kehilangan arah, bukan berarti tersesat selamanya. Terkadang kita semua membutuhkan sedikit bantuan. Seringkali apa yang kita takutkan, sebenarnya adalah ketakutan pada diri kita sendiri. Tapi, jika kita siap untuk merasakan dan merangkulnya, ketakutan itu akan berubah menjadi sebuah kekuatan yang bahkan tidak pernah kita bayangkan. Daann.. itulah yang sudah saya rasakan.



Baca juga hikmah pengalaman transformasi diri saya pada tulisan berikut: Berproses dalam Hidup

Wednesday, May 21, 2014

Berproses dalam Hidup

Malam ini saya mau sedikit berbagi tentang apa itu berproses dalam hidup saya. Saya dapat inspirasi untuk membuat tulisan ini hasil dari kegiatan rapih-rapih blog yang baru aja beres. Jadi bukan cuma rumah atau kosan aja yang perlu dirapihin, blog juga perlu dirapihin.. Ibaratnya para pembaca itu adalah tamu dan saya sebagai penulis adalah tuan rumah. Jadi saya pengen aja gitu orang-orang yang berkunjung ke blog ini betah alias nyaman.

Nah! Dari kegiatan rapih-rapih itu ternyata mengharuskan saya untuk berinteraksi kembali dengan tulisan-tulisan lama saya. Ternyata ada tulisan-tulisan dengan gaya AL4y ABG. Saya sampai kaget sendiri, "Wow! Seriously?! Yeah, That was me!"..hahhaa. Huruf-huruf itu sengaja nggak saya edit biar sewaktu-waktu bisa mengingatkan saya kembali tentang masa-masa ABG saya yang AL4y.. (n_n)

Saya juga terheran-heran dengan tulisan-tulisan saya yang banyak mengingatkan pada pengalaman pahit di masa-masa SMA yang pernah saya alami, mulai dari kisah persahabatan, keluarga, sampai penyakit. Jujur saya sudah lupa, terutama dengan peristiwa yang paling menyayat hati. Dulu tiap kali saya teringat peristiwa itu rasanya hati saya sakit bagaikan ditusuk-tusuk paku. Bisa dibilang itu adalah fase tersulit dalam hidup saya yang rasanya kepingin banget buat berontak. Mungkin karena pada saat itu pun memang masih masa-masa pencarian jati diri juga ya. Jadi masih ababil.

Saya memang bisa saja saat itu berontak dan berlari ke jalur yang salah. Tapi saya bersyukur karena Allah masih membimbing saya sehingga saya nggak sampai masuk ke jalur yang salah layaknya anak-anak bermasalah pada umumnya. Ini pun berkaitan dengan sebuah pilihan sebenarnya. Apakah saat kita menghadapi masalah kita mau melakukan sesuatu yang nantinya akan merugikan diri sendiri atau justru memilih bertahan pada jalur yang baik. Dulu saya melampiaskan semua permasalahan itu adalah melalui hobi. Berhubung saya suka banget sama olahraga, jadi saya aktif di klub taekwondo juga futsal perempuan. Hampir satu sekolahan tahu bahwa siswi tomboy berkerudung dengan behel yang jadi kapten futsal perempuan itu adalah saya. Tapi kalau sekarang saya bershilaturrahim ke SMA, nggak akan ada yang percaya bahwa dulu saya adalah kapten futsal dan ketua ekskul taekwondo.. hahhaa

Pasti banyak yang nggak nyangka kalau saya itu dulu tomboy banget. Kayak preman deh pokoknya. Mungkin orang lain cuma bisa geleng-geleng kalau ngelihat saya.. hehe. Makanya pas saya berubah untuk berkomitmen pakai rok dan busana yang lebih muslimah itu semuanya pada heboh alias shock, tanpa terkecuali. "Wiih! Syifa jadi cewek sekarang", emang menurut lo dulu apaan?. "Beuh! Jadi akhwat dia. Ukhti-ukhti..", dari dulu juga saya emang akhwat kelleeuuuss masa ikhwan. "Syifa?! Lo pakai rok sekarang?!", berasa saya pakai apa aja gtu ya. Terus ada juga yang bilang kalau saya ini mirip kayak perempuan-perempuan teroris yang waktu itu lagi booming. Mendengar kata-kata itu rasanya tuh JLEB banget. Padahal jauh banget bedanya.. hikshiks.

Tapi mungkin karena waktu itu di lingkungan tempat saya tinggal memang masih limited edition banget perempuan yang memakai jilbab panjang dan rok, jadinya itu dirasakan sebagai sesuatu yang gimana gitu. Saya anggap saja itu maklum, tetap positive thinking aja, dan lebih memantapkan hati kembali. Aahh.. nggak boleh goyah. Okay, mungkin saya berbeda. Tapi apa yang salah kalau kita berbeda dalam kebaikan? Justru itulah yang harus diperjuangkan. Lalu saya berpikir bahwa mungkin justru karena hal inilah semakin sedikit orang-orang yang berani tampil beda atau melakukan sesuatu yang tidak banyak dilakuan orang lain dalam kebaikan. Banyak orang yang jadinya hanya ikut-ikutan, memilih jalan yang banyak dilalui orang pada umumnya, meski jalan itu tidak sesuai atau kurang tepat.

Semua selentingan yang ada nggak pernah saya hiraukan. Cukup saya berikan mereka senyuman termanis dari wajah saya.. hihhiii. Sekarang pun mereka udah terbiasa koq akhirnya. Jadi, semua itu hanya soal waktu. Banyak orang yang mau berubah itu terlalu banyak mikir tentang respon dan "apa kata orang nanti?". Itu mah nggak perlu dipikirin. Apalah artinya kata orang (pandangan manusia)? Yang penting itu pandangan Allah koq. Selama perubahan yang kita niatkan itu adalah kebaikan, lakukanlah. Perihal respon (ejekan, tentangan, dll) dari orang lain itu cuma masalah waktu yang pada akhirnya mereka pun akan terbiasa dengan perubahan kita. Mereka cuma butuh adaptasi koq. Jadikan saja itu sebagai tantangannya, karena Allah pun menguji keistiqamahan seseorang dengan memberikan kondisi-kondisi yang terbalik atau bertentangan. Kalau di awal-awal ujian aja udah nyerah, gimana mau survive?

Lanjut cerita tentang masa-masa sulit waktu SMA, saya berusaha belajar sedikit demi sedikit, merenung, dan mengambil hikmah. Saya nggak pernah curhat ke orang, jadi saya berusaha survive sendiri, termasuk dalam hal pengobatan penyakit saya yang cukup menguras uang saku.. hihhiii. Tapi walau banyak menguras uang saku, saya heran kenapa saya nggak kurus-kurus ya waktu itu? Eh, apa kurus terus jadi gemuk ya? Yaudah siihh nggak penting juga kan itu.. he. Nah lanjut cerita, dalam keadaan si saya yang mencoba buat survive sendiri itu, saya punya tekad bahwa saya harus keluar dari belenggu kesedihan yang nggak karuan dan menjadi pribadi yang setidaknya lebih baik. Istilahnya membuka lembaran baru deh. Transformasi itu saya lakukan mulai dari awal masuk kuliah. Saya cari-cari tahu tentang LDK yang ada di kampus, rutin mendengarkan siaran radio MQ FM, dan aktif di DKM yang ada di dekat kosan.

Luar biasanya Allah ngasih saya banyak banget jalan. Seolah-olah tuh kayak dipermudah. Saya dipertemukan dengan UKM/LDK Gamus yang banyak banget jasanya dalam membina karakter saya, sampai-sampai saya ngerasa nggak tega banget kalau harus benar-benar meninggalkan dia gitu aja. Rasanya saya sudah terlalu sayang dengan organisasi itu dan segala kenangannya. Di Gamus saya bertemu dengan sahabat, kakak, dan adik yang entahlah.. undefined. Pokoknya sesuatu banget. Terus saya dipertemukan juga dengan DKM Baabul Firdaus yang banyak mengajarkan saya tentang makna sebuah persaudaraan dan terakhir saya dipertemukan dengan Bekam & Ruqyah Center dari siaran MQ FM yang alhamdulillah membantu saya bisa jadi lebih sehat lewat terapi bekam dan herbalnya.

Coba deh pikir, masa iya bisa kebetulan tiba-tiba ada jalan tapi sekaligus satu paket gitu. Seakan semua masalah saya langsung ada jalan keluarnya. Kalau direnungkan kembali, semua pertemuan itu nggak akan bisa terjadi gitu aja tanpa izin dan kekuasaan Allah. Dari proses transformasi itu saya mendapatkan suatu pelajaran bahwa memang benar pribahasa yang mengatakan "Dimana ada kemauan, disitu ada jalan". Tapi kemauan di sini bukan hanya kemauan, melainkan juga disertai dengan aksi (ex: ikut banyak kajian/ seminar/ organisasi untuk mengembangkan potensi dan karakter, buat akhwat yang mau belajar pakai rok dan jilbab syar'i langsung aja pakai). Percuma aja kalau kitanya udah mau, tapi buat usaha atau aksinya nggak ada. So, kalau emang ada niatan baik untuk bertransformasi ke arah yang lebih baik, jangan ditunda-tunda. Nggak perlu banyak ini-itu, langsung Take Action. Semakin ditunda-tunda, semakin mudah lah syetan menipu daya kita dengan menanamkan pikiran-pikiran aneh yang semakin membuat kita ragu untuk memulai melalui bisikan-bisikannya. Seolah-olah banyak kondisi yang nggak memungkinkan, padahal mah biasa aja. "Mau gini tapi blablabla, nanti deh kalau udah blablabla". Yang ada makin lama ditunda, makin banyak pula kata "tapi" dan "nanti". Alhasil nggak tau sampai kapan..

Sekarang saya sudah lulus, sudah jadi alumni, dan jadi kakak dari banyak adik-adik. InsyaAllah udah nggak galau-galau lagi dan ya.. This is my now, gitu ceunah mah kalau kata Jordin Sparks si american idol.

Tapi ini juga belum selesai. Belum ada apa-apanya juga. Perjalanan masih panjang dan transformasi itu harus terus berjalan. Tidak ada kata berhenti sampai tiba saatnya kita kembali pada-Nya.

Bersyukur juga punya blog. Padahal dulu itu saya juga nggak suka-suka banget nulis. Ternyata tulisan-tulisan itu bukan sekedar tulisan. Ia adalah bagian dari memori, ia juga bagian dari nasihat untuk diri sendiri.

Eh iya, selain cerita tentang transformasi diri saya, saya juga mau cerita sekilas tentang transformasi beberapa adik-adik saya di Gamus. Adik-adik saya itu macam-macam. Ada yang dulu pendiam banget sama persis kayak saya jaman baheula, ada juga yang galau banget, ada yang entah gemingnya seakan tak terdengar. Terus mereka bertransformasi menjadi sosok yang menurut saya amazing. Kalau saya perhatikan jalan ceritanya, mereka pun melalui proses yang panjang. Mengaplikasikan niat baik yang mereka punya dengan aksi-aksinya. Ikut seminar-seminar, kepanitiaan, lomba, training, dsb. Terus saya jadi teringat sama lagunya Taylor Swift yang "Everything Has Changed" (*apasiihh). Saya benar-benar kagum dengan mereka yang bisa bertransformasi seperti itu. Mereka membuat saya berpikir "Apakah transformasi saya sudah sejauh mereka?!". Saya hanya berharap, semoga saya bisa terus bertransformasi ke arah yang positif. Mungkin tak sehebat mereka, tapi setidaknya menjadi pribadi yang sedikit-demi sedikit semakin menjadi lebih baik dan terus menebar manfaat.

Saturday, February 01, 2014

Seuntai Kata untuk Gamus


Gamus..
Begitu orang-orang memanggilnya
Satu kata sederhana namun memiliki makna mendalam
Keluarga Muslim..
Itu lah nama lengkapnya
Nama itu memberi sebuah konsep
Ketika keluarga bukan lah hanya menceritakan tentang sebuah hubungan darah
Tapi ini tentang orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita
Saling menjaga satu sama lain
Dan islam yang menjadi dasarnya

Kita dipertemukan dalam sebuah ikatan ukhuwah
Ikatan dalam keimanan
Ikatan yang penuh kasih-sayang
Ikatan yang penuh kesabaran & keikhlasan

13 tahun berkarya
Bukan lah waktu yang lama dalam kehidupan
Namun bukan pula waktu yang sebentar dalam sebuah perjuangan

Gamus..
Tempat ku tumbuh
Tempat ku berkembang
Tempat ku menjadi pribadi yang lebih baik
Tempat ku menyayangi dan disayangi
Tempat ku menggoreskan berbagai kisah
Tempat ku bertemu dengan sahabat-sahabat yang luar biasa

Gamus..
Meski kini kau telah berubah nama
Meski selanjutnya kau akan hidup bersama orang tua angkat mu
Namun kenangan bersama mu tak akan ku lupa
You'll be still in my heart
Thanks for everything

#Persembahan khusus untuk Gamus tercinta
2 Juni 2000 - 31 Januari 2013

Monday, December 23, 2013

Hari Gini Introspeksi Diri??

Halloooo, Sahabat!! I'm back niihh..
Hihhiii..kalo blog ini jadi buku mungkin udah berdebu tebel terus kertasnya kuning-kuning gitu kali yah. Secara udah lama nggak pernah kesentuh. Semoga mulai sekarang saya bisa produktif lagi rutin bikin tulisan yang semoga bisa bermanfaat.

Kali ini saya mau nulis tentang introspeksi diri. Berdasarkan kisah nyata..hehe

Sahabat, pernah nggak sih denger kata-kata kayak gini:
Daripada pake jilbab tapi aurat masih kemana-mana (baju pendek/ ketat/ terlihat lekukan aerodinamis/ transparan/ dll) mending gw nggk pake jilbab tapi bajunya tertutup rapih.
Daripada sering ngaji tapi nggak paham (tetep sering melanggar syar'i), tetep pacaran juga, nggak amanah, dll..mending gw jarang ngaji tapi nggak ngelanggar.
Daripada rajin shalat tapi kelakuannya kayak orang nggak tau agama, mending gw jarang shalat tapi kelakuannya baik.
Dsb..

Melihat fenomena tatanan keorganisasian pun begitu, nggak di organisasi kampus, nggak di pemerintahan negara..Kalo ada yang salah dikit pasti sedikit-sedikit nyalahin si pemimpin, sedikit-sedikit nyalahin si anu.

Guys! Yukk atuh kita bersikap dengan lebih bijak lagi. Tau nggak sih, sebenarnya di antara contoh kasus tersebut nggak ada yang mending loh..hehe
Pake jilbab, menuntut ilmu (ngaji), shalat.. itu semua kan kewajiban. Jadi klo kita nggak melakukan kewajiban kita, dimana sisi "mending" nya?  (n_n)

Jika kita melihat kejelekan orang lain, akan mudah bagi kita untuk menjelekkan orang tersebut dan mengatakan bahwa kita lebih baik. Jika kita melihat suatu kekurangan dari sebuah sistem organisasi/kemasyarakatan pun lebih gampang memang kalo nyari kambing hitam. Tapi bisa kah ketika melihat kejelekan orang lain atau pun suatu kekurangan, kita langsung berintrospeksi diri sendiri?

Misal: Saya udah pake jilbab nih, gimana ya jilbab saya, kelakukan saya gimana? Atau..orang itu udah pake jilbab walau pun pakaiannya nggak memenuhi syarat menutup aurat, tapi saya malah masih belum juga pake jilbab. Orang itu rajin ngaji walau tetep aja pacaran, lahh saya meski nggak pacaran tapi nggak pernah ngaji. 

Sedikit share tentang perjalanan saya sewaktu berada di LDK Gamus. Mulai dari seorang newbie..banyak pertanyaan-pertanyaan juga kekecewaan yang muncul karena kondisi yang terjadi tidak sesuai dengan harapan. Sebagian orang banyak yang menarik diri karena kekecewaannya, tapi saya meilih untuk tetap bertahan. 

Tahun demi tahun jenjang keanggotaan pun semakin ada di tingkat yang lebih tinggi. Satu demi satu pertanyaan-pertanyaan saya mulai terjawab hingga akhirnya saya diamanahkan untuk berada di jenjang tertinggi bersama empat orang sahabat saya. Dengan posisi ini, tentu bukan main-main dan kami pun berusaha sekuat jiwa & raga kami untuk memberikan yang terbaik. Walau begitu, tetap saja ada kekurangan (meski tetap ada juga kelebihan dari kepengurusan kami). 

Tidak sedikit pihak yang kecewa dan menyalahkan kami. Dari semua itu telah menjawab segala pertanyaan dan juga kekecewaan yang pernah saya dapat. Sekeras apapun kita berusaha, kesempurnaan itu tidak akan pernah kita capai sebagai seorang manusia. And you know what? Dari renungan yang saya lakukan dan melalui proses eliminasi, ternyata orang-orang yang mengerti/paham serta memiliki kontribusi banyak untuk terjun langsung justru mereka tidak berfokus pada menyalahkan pihak lain, melainkan pada instrospeksi diri dan upaya improvement.

So,
Kenapa nggak sedikit-sedikit introspeksi diri??
Sedikit-sedikit perbaiki diri??

Wahh..ini kenapa jadi cerita tentang masa-masa di LDK yah?? Yah, anggep aja intermezzo ya..hehe. Semoga bermanfaat.

#Hanya berbagi pendapat sambil koreksi diri sendiri#


Baca juga: Wahai Perempuan! Kunci VMJ Itu Ada Pada Mu.. ; Kau Terlalu Sombong!!

Saturday, May 29, 2010

Panduan Kemuslimahan GAMUS IM Telkom 2009 - 2010


Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun.. Tahun ini saya mendapat amanah sebagai Pengurus Inti sekaligus sebagai Kepala Muslimah. Kenapa saya katakan "sekaligus" karena di GAMUS IM Telkom seorang Kepala Muslimah belum tentu adalah Pengurus Inti dan Pengurus Inti itu sendiri bisa menjelma/menduduki posisi jabatan struktural apapun, bahkan sebagai Kepala Divisi sekalipun. Jadi bisa dikatakan kami memiliki jabatan struktural dan jabatan fungsional yang berbeda.

Sebelum saya menjelaskan mengenai Kemuslimahan itu sendiri, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu mengenai Kepala Muslimah. Kepala Muslimah atau yang lebih sering disebut Ketua Keputrian (Ka.Put) pada hakikatnya memiliki pengertian dan konsep yang sama. Yang membedakan hanyalah terdapat pada penggunaan istilah di Lembaga Dakwah Kampus masing-masing. Awal mula digunakannya istilah Kepala Muslimah pada GAMUS IM Telkom adalah karena keputrian itu identik dengan kegiatan kajian yang dilakukan tiap hari Jum’at. Sementara kegiatan dan inti dari Kemuslimahan itu sendiri tidak berhenti sampai di situ, melainkan ada buletin, komunitas, dan peran sebagai penggerak dakwah dari segi kemuslimahan dalam organisasi. Selanjutnya, istilah tersebut digunakan sesuai dengan istilah yang disepakati.
Kepala Muslimah GAMUS IM Telkom memiliki job description sebagai berikut:
1. Representasi dari Presiden
Jika Presiden GAMUS bertanggung jawab dalam memimpin organisasi secara keseluruhan, maka seorang Kepala Muslimah berfungsi untuk membantunya memimpin/membina organisasi dari segi kemuslimahan dan ia juga berperan ibu negara dalam sebuah pemerintahan/kepengurusan atau sebagai ibu rumah tangga dalam sebuah rumah tangga.
2. Meningkatkan Kualitas dan Kinerja Kegiatan Muslimah Khususnya Keputrian
Seorang Kepala Muslimah bertugas dalam membina dan memberi arahan kepada para pengurus Kemuslimahan sehingga ia dapat memastikan bahwa kinerja yang diberikan oleh timnya adalah yang terbaik.
3. Bertanggung Jawab atas Pencapaian Visi dan Misi Program Kerja Kemuslimahan Organisasi
Seorang Kepala Muslimah bertanggung jawab atas diterimanya pesan serta esensi dari visi-misi dan tujuan dari nilai-nilai Kemuslimahan oleh para pengurus Kemuslimahan khususnya dan para anggota organisasi pada umumnya, yang kemudian pemahaman lah yang akan menjadi landasan dan membawa para pengurus kepada pencapaian perogram kerja.
4. Bersama Presiden Menjaga Kestabilan Organisasi dengan Mengakomodasi Kebutuhan Organisasi
Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin (1). Selanjutnya akan dijelaskan pada bagian “Peran Kemuslimahan”.
5. Mengkoordinir Pengurus Muslimah di Tiap-Tiap Fakultas
6. Memegang Kendali Penuh Kegiatan Rutin seperti Rapat Koordinasi Kepurtian
7. Menjadi Motivator bagi Para Muslimah GAMUS IM Telkom
8. Menjadi Suri Tauladan bagi Muslimah GAMUS IM Telkom

Visi (Jargon Kepengurusan)
Menciptakan Generasi Muslimah Unggul “Lead The World with Your Faith” Sebagaimana teori dalam ilmu Leadership bahwa sebuah visi bersifat dinamis dan dapat saja berubah. Visi tersebut lah yang akan menjadi guide line dalam sebuah pencapaian tujuan. Dalam kepengurusan Kemuslimahan GAMUS 2009 – 2010, kami menggunakan “Lead The World with Your Faith” sebagai jargon yang berarti “Pimpin lah Dunia dengan Keimanan Mu”. Hal ini mengandung dua unsur makna yang mendalam, yaitu “Pimpin lah Dunia” dan “dengan Keimanan”.

Tiap-tiap dari diri kita adalah pemimpin dan tiap-tiap dari kita pula akan dimintai pertanggungjawaban akan kepemimpinan kita di akhirat kelak. Sebagai orang yang diberikan amanah tentu kita bertanggung jawab untuk memimpin tim kita, sebagai seorang kakak kita bertugas untuk memimpin adik-adik kita, kelak ketika sudah berumah tangga pun kita akan memimpin anak-anak kita kelak, dan yang paling minim lagi adalah kita harus mampu memimpin diri kita sendiri, terlebih lagi dari hawa nafsu yang seringkali menjerumuskan. Dalam makna “Pimpin lah Dunia”, mendefinisikan langkah aktif Kemuslimahan dalam menggoreskan prestasi dalam dakwah. Senantiasa berinisiatif, berinovasi, bekerja sama, dan memberikan kinerja terbaik untuk perjuangan dakwah ini, tak peduli siapa dia dan apa jabatannya.

Kemudian unsur “dengan Keimanan” mendefinisikan apapun yang kita lakukan di dunia ini harus senantiasa disertai dengan keimanan. Segalanya hanya berujung kepada satu tujuan, yaitu Ridha Allah.

Misi
• Menciptakan muslimah yang berilmu, shalihah, tangguh, mandiri, dan berdaya guna
• Menciptakan barisan akhwat IM Telkom yang kokoh
• Meningkatkan semangat akhwat IM Telkom dalam amal kebaikan

Peran Kemuslimahan
Kemuslimahan sebagai penguat organisasi
Wanita memiliki jumlah populasi yang besar, sementara..menangani wanita membutuhkan cara khusus (tidak semudah laki-laki menggunakan logika). Jika laki-laki mudah mengatakan, “Ya udah lah, gitu aja dibuat ribet”..mungkin lain halnya jika itu dikatakan kepada para wanita yang notabene lebih condong menggunakan perasaan dan memberi perhatian pada hal detail dalam menghadapi masalah. Di sini lah peran Kemuslimahan dalam memberi pengertian kepada para muslimah mengenai sesuatu.

Kemuslimahan layaknya sebuah rumah tangga (ada suami dan ada istri), saling bekerja sama..bukan bekerja bersama-sama. Bukan juga berdiri sendiri (hanya sekedar mengurusi tentang proker Kemuslimahan, melainkan juga membantu berlangsungnya organisasi). Menjaga kestabilan organisasi dari segi Kemuslimahan.

Standar Operation Procedure (SOP) Kemuslimahan
Silabus Materi
• Kajian Muslimah (40%)
• Kreatifitas & lain-lain (30%)
• Pengetahuan Umum (30%)

- Publikasi tiap-tiap kegiatan keputrian dilakukan maksimal H-2 (Rabu)
- Rapat evaluasi dilaksanakan tiap 4 kali atau lebih pelaksanaan keputrian
- Penerbitan buletin Annisa dilakukan tiap sebulan sekali pada awal bulan
- Pengadaan pemateri Keputrian dari luar lingkungan IM Telkom harus dengan sepengetahuan Kepala Muslimah
- Segala bentuk undangan yang masuk atau keluar menyangkut perihal kemuslimahan, disampaikan terlebih dahulu kepada Kepala Muslimah sebelum dilakukan eksekusi dan pendelegasian
- Segala bentuk kesenian (tarik suara dan tarian) akhwat hanya boleh ditampilkan dalam acara-acara kemuslimahan, karena wanita itu indah dan keindahan wanita itu bukan lah untuk dipertontonkan oleh khalayak ramai

Rekomendasi Strategi
- Mendesain bentuk evaluasi yang unik dan menarik, hal ini agar tidak menimbulkan kejenuhan para pengurus - Untuk melakukan evaluasi, tidak harus menunggu rekan-rekan pengurus yang berhalangan, jika kehadiran mereka tidak terlalu strategis
- Jadwal pelaksanaan evaluasi diinformasikan kepada para pengurus jauh-jauh hari dari hari pelaksanaan
- Agenda evaluasi harus diketahui oleh para pengurus terlebih dahulu agar bahan-bahan evaluasi yang diperlukan dapat dipersiapkan
- Kekompakan antar akhwat harus tetap dijaga agar mudah melakukan koordinasi, komunikasi, dan tertanamnya rasa untuk tolong-menolong lillahi ta’ala
- Panitia pelaksana kegiatan Keputrian tidak harus terbatas pada pengurus Kemuslimahan saja - Perbanyak dan senantiasa menjaga shilaturrahim dengan Kemuslimahan kampus lain

Friday, December 25, 2009

GAMUS Harus Lebih Baik

Hmm..mengingat kembali visi ku di awal mula bergabungnya diri ini di GAMUS (Keluarga Muslim) Institut Manajemen Telkom yang kemudian berkelanjutan dalam kepengurusan GAMUS saat ini. Pada mulanya, aku pun tidak menyangka dan tidak pernah terpikirkan dalam benak ku bahwa aku akan menjadi Penguint (Pengurus Inti) Kepengurusan GAMUS saat ini, karena kita semua tahu beratnya suatu amanah itu. Subhanallah.. 

Sebenarnya, tulisan ini sudah dimuat dalam notes FB ku dan web GAMUS di awal kepengurusan ku dan kawan-kawan. Namun, ketika ku baca kembali tulisan ku ini..seolah-olah mengingatkan ku kembali akan cita-cita ku dan kawan-kawan ku yang mungkin sempat sedikit saja terlupakan. Dan aku pun berharap, dengan tulisan ini dapat mengingatkan kembali sahabat-sahabat ku semua akan cita-cita mulia kita yang dahulu pernah kita ikrarkan.

Mengingat suatu pernyataan Sang Mantan Presiden GAMUS di akhir-akhir kepengurusannya, yang menyatakan: "GAMUS akan menjadi BESAR dan HARUS menjadi BESAR". Subhanallah, suatu pernyataan yang begitu menggugah hati ini untuk memperjuangkan agama ini di medan kampus khususnya dan medan luar kampus umumnya yang kemudian dengan sendirinya akan membawa maju GAMUS ke kondisi yang jauh lebih baik.

Namun, seketika..dalam pikiranku terbesit sebuah pernyataan: "GAMUS akan menjadi LEBIH BAIK dan HARUS menjadi LEBIH BAIK". Yah! Itulah kata-kata yang hadir dalam pikiranku saat itu, mengadopsi dari pernyataan Sang Mantan Presiden GAMUS. Memang dari unsur kalimat tidak begitu berbeda. Namun, dalam pengertiannya ada sedikit perbedaan. Mengapa aku tidak memikirkan untuk membesarkan GAMUS

1. Saat itu IM Telkom sedang mengalami yang namanya masa transisi perubahan struktur dan sistem institusi. Hal ini berpengaruh pula pada sistem dan strategi dakwah yang harus dilakukan GAMUS sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini. Sehingga, kita butuh fokus pada strategi baru yang matang and mantab..Kalau menggunakan ilmu manajemennya bisa kita istilahkan sebagai strategi yang efektif dan efisien. Teringat juga pesan Sang mantan Presiden untuk awal mula kepengurusan kami, "Jangan Bengong"..he

2. Untuk menjadi besar, tentunya kita harus menjadi lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. So, itu lah filosofi dari visi ku. GAMUS harus lebih baik. Yupz! Harus Lebih baik..Lebih baik dalam strategi, dalam sistem keorganisasian, dalam membangun hubungan, dalam membangun citra, pembinaan, mencetak kader yang kokoh, serta dalam penyatuan dan pencapaian visi & misi.

Ingat lah sahabat-sahabat ku! Organisasi layaknya sebuah mesin yang di dalamnya terdapat komponen-komponen penggeraknya. Jika salah satu komponen tersebut rusak atau hilang, maka mesin tersebut tidak dapat dinyalakan apalagi berjalan dengan baik. Seperti itu lah organisasi. Meski GAMUS terdiri dari berbagai unsur dan departemen. Tapi, pastikan bahwa kita semua adalah satu kesatuan yang kokoh dan tak kan goyah oleh rintangan.

Sahabat-sahabat ku..ayo kita bangun GAMUS BERSAMA-SAMA dengan segenap kemampuan kita. Ayo kita Jadikan GAMUS menjadi LEBIH BAIK yang kemudian akan membawa GAMUS menjadi BESAR..goreskan prestasi kita hingga membekas dalam sejarah perjuangan kita.. Untuk MEMPERBAIKI, kita tidak harus MERUBAH. Tapi untuk BERUBAH, kita harus MEMPERBAIKI. Pertahankan apa yang telah kita raih dan perbaiki apa yang menjadi kekurangan kita.Amanah ini memang lah berat. Namun, kita dapat membuatnya menjadi ringan bila kita menggunakan wadah keikhlasan dalam hati kita untuk membawanya. Just remember this:


"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah. Maka Allah akan menolong mu dan meneguhkan kedudukanmu"

SEMANGAT!!
LET'S FASTABIQUL KHAIRAT..
ALLAHU AKBAR..
BERSAMA KITA (Kekeluargaan, Istiqamah, Taqwa, & Aktif) BISA..

Saturday, August 30, 2008

Ramadhan Ceria bersama GaMus IM Telkom


Insya Allah GaMus (Keluarga Muslim) IM Telkon bakal ngadain serangkaian kegiatan menarik dalam menyambut bulan Ramadhan 1429 H, yaitu seperti yang tertera di atas. Adapun secara rincinya: 

BEDUK 29 Agus 2008 @Masjid Murashalah, komp. Telkom Learning Center, Gegerkalong Hilir
BUBUR AYAM+TOMAT MATARAM 13-14 Sep 2008 Gedung IM Telkom kampus I, R.3A/R.3B 
NUZUL QURAN17 Sep 2008 @Masjid Murashalah, komp. Telkom Learning Center, Gegerkalong
SAIFUL FITRI 15 November 2008 Katumiri, Cimahi
Alhamdulillah..Acara BEDUK telah berjalan dengan lancar kemarin, meskipun tidak mencapai jumlah peserta yang telah ditargetkan panitia. Mungkin hal tersebut dikarenakan oleh beberapa faktor, diantaranya turun hujan deras yang tiba-tiba. Selain itu, jadwal yang semula telah dibuat panitia hari ini (Sabtu, 30 Agustus 2008) terpaksa harus dimajukan menjadi kemarin (Jum'at, 29 Agustus 2008) berhubung sang ustad (Ust. Solikhin Abu Izuddin, pengarang buku best seller from Zero to Hero) yang harus menghadiri suatu undangan walimahan pada esok hari.

Hal ini menimbulkan bentrok dengan jadwal kuliah para peserta. Sungguh disayangkan karena materi yang diberikan sungguh menarik dan benar-benar menjadi sebuah perenungan sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Tapi, It's OK...perjuangan akan terus berlanjut...

Nah! buat kamu-kamu, khususnya mahasiswa Muslim IMT 08'. Insya Allah kita bakal ngadain BUBUR AYAM+TOMAT MATARAM. Dalam acara tersebut kita ngadain MABIT (Malam Bina Iman & Taqwa). Hanya saja di IMT kita punya istilah sendiri, yaitu MABIR (Malam Bina Ruhani). So, buat yang baru-baru mendengar kata itu, mulailah membiasakan diri..hehe. Tentunya acara-acaranya Educative, Religiust, n Entertain. So, rugi Loh kLo nggak dateng. Cz, ada buka puasa bersama and nonton bareng anak yatim + materi yang sangat-sangat bermanfaat.

Pokoknya jangan lupa daftar and ikuti kegiatannya!! OKay!! Kemudian acara berikutnya ada Nuzul Quran yang diadakan untuk umum. Dalam acar ini GaMus menyediakan seorang pemateri yang akan membahas mengenai Pembedahan Al-Quran. And terakhir ada SAIFUL FITRI. Acara apa sih tu?! Sesuai dengan kepanjangannya, acara ini ditujukan untuk semakin mempererat jalinan silaturahim kita. Ada Outbondnya Loh...Siipp Deh pokoknya... So, Don't Miss It!!....

Tuesday, March 11, 2008

Bedah Buku " QUANTUM IKHLAS " with GAMUS STMB TELKOM



Oleh: Ust. Abu Ervan
Tanggal: 6 Maret 2008
Tempat: STMB Telkom

Tanggal 6 Maret kemarin Keluarga Muslim (Gamus) STMB Telkom ngadain 3 eVent Akbar. Nah! Salah satu di antaranya tuh “Bedah Buku”. Untuk kesempatan kali ini, buku yang di bedah adalah “QUANTUM IKHLAS” yang merupakan rujukan dari buku “d SECRET” yang udah di filter lah buat kita-kita. Alhamdulillah bedah buku kemarin bermanfaat. Nah! Saya pengen berbagi ni..kali jha bermanfaat buat yang baca. Tapi sebelumnya afwan kalo mungkin informasi yang saya sampaikan kurang memuaskan. Jadi informasi yang saya dapet tu bgini ni…..

Sebelumnya ada sebuah atsar pembuka dalam intisari bedah buku kemarin, yaitu…

Ibnu Qayim berkata:
“ Jangan jadikan anggapan (-) dalam hati kita menjadi pikiran. Bila sudah menjadi pikiran, jangan biarkan sampai menjadi tindakan. Bila sudah menjadi tindakan, jangan sampai menjadi kebiasan”


I. Feel Your Mind with Positive Feeling

Semakin kita mengekang sesuatu, semakin cepat/ mudah hal yang kita kekang tersebut untuk kita lakukan. Sebagai ilustrasi lakuin hal di bawah ini dyeh…

1. 2 tangan saling bergenggaman
2. Luruskan dan tempelkan keduah telunjuk
3. Buat huruf “V” dengan kedua telunjuk, renggangkan

APA YANG TERJADI ??...

Cepat atau lambat kedua telunjuk yang telah kita renggangkan akan kembali menempel. Dan ketika kita berusaha mempertahankan agar kedua telunjuk tidak menempel, maka semakin cepat kedua telunjuk kita menempel. Bener nggak?....

Hal itu menunjukkan bahwa kita nggak bias mengekang diri kita dari sesuatu. Kalo menurut saya siy bener juga. Contohnya, ketika kita mengekang untuk tidak makan ini itu karena mau diet. Mungkin pertama-tama hal ini bisa berjalan mulus. Tp, nggk lama kemudian kita boring dengan pola itu and diri kita bisa secara tiba-tiba memerintahkan untuk makan apa pun. Atau kita bisa liat dari anak2 yang dididik dengan penuh ucapan2 kekangan dari orangtuanya, seperti: tidak boleh pulang malam, jangan membantah orangtua, jangan ini..jangan itu..So, apa yang terjadi..Anak itu malah jadi anak yang suka pulang malem, suka membantah orangtua, n dll.

So, kita kudu’ gmn duonk?!!.....

Guys! Yang bisa/seharusnya kita lakukan adalah memberi perintah (kalimat bersifat positif) kepada kita.

“Don’t Fill Our Mind with Negative Sentence
But, Fill Our Mind with Positive Sentence that is opponent from the Negative Sentence”


Contohnya mengubah kata-kata:
> “Jangan menebang pohon” menjadi “Tanam seribu pohon”
> “Saya tidak boleh gagal” menjadi “Saya harus sukses”
> “Jangan jadi anak nakal” menjadi “Jadilah anak yangn baik”

Karena ketika kita mengisi pikiran dengan suatu kalimat negative, mau tidak mau hal tersebut akan muncul dalam otak kita secara otomatis sehingga akan terus kita pikirkan.

Contohnya:
• Seorang anak kecil ketika dimarahi orang tuanya, orang tuanya mengatakan, “Kamu Jangan jadi anak nakal”. Maka yang akan muncul di benak sang anak adalah “anak nakal”…”anak nakal”….”anak nakal”. Sehingga yang terjadi, anak tersebut malah jadi nakal beneran atau tambah nakal.
• Ketika kita bilang, “Jangan Gagal”. Maka yang terpikirkan dalam otak adalah, “gagal”…bagaimana kalau gagal dan sebagainya yang berhubungan dengan kegagalan. And yang terjadi malah gagal beneran.

Lain bila kita menyatakan, “Saya harus sukses”, “Jadilah anak yang baik”, dll. Maka, otak kita akan terus memunculkan kata-kata tersebut. Sehingga kita terus berusaha mengejarnya/ mencapainya.

II. Kembangkanlah Apa yang Menjadi Kelebihanmu…

“Don’t Focus in Your Weakness”
Tapi, kembangkanlah apa yang menjadi kelebihan kita

Contoh:
Nilai bhs. Inggris di rapor 5 and matematika 9
Lalu dimasukkan ke tempat les bhs. Inggris ini itu, terus-menerus di jejer (di porsir)
Maka yang bias terjadi adalah…
Mungkin bhs. Inggris di rapor semester naik menjadi 7
Tapi, metematika yang tadinya 9, juga jadi 7
(coba berhenti berpikir sejenak, bener nggk siyh..)
Berhubung saya pernah kya gtu..So, I agree with that statement..

Teruz kudu’ gmn duonk?!!...
Jadi,ternyata yang seharusnya kita lakuin tu mengembangkan apa yang kita bisa. Dengan begitu bisa secara otomatis nilai kita yang bagus akan membawa ke pelajaran2 yang lain. Karena apa?! Karena semangat kita dan kenyamanan kita terhadap pelajaran yang kita bisa akan membawa emosi kita terhadap pelajaran yang kita kurang kurang. Tapi, kalo kita focus sama pelajaran yang kita kurang bisa terus…yang ada malah bikin kita nggk nyaman n tu mempengaruhi emosi kita ke pelajaran yang lain. Alhasil nilai2 yang tadinya bagus malah turun..(tu dari segi psikologi Lowh..)

Tapi, pernyataan ini bukan berarti menyuruh kita untuk pasrah gitu aja Lowh..Maksudnya kita juga di suruh berusaha, tapi nggak perlu berlebihan. Di jejer sampe bikin diri sendiri jadi nggak nyaman.

III. Tindakan Dapat Mempengaruhi Emosi

Percaya nggak dengan pernyataan itu…
Ternyata bener juga Lowh..soalnya saya ni orangnya suka menyendiri and suka melakukan hal-hal ajaib…(lowh..apa tu..)

Jadi, contoh yang diberikan oleh sang narasumber tu:
• Kita bisa sedih dengan sendirinya hanya dengan melakukan kegiatan “diam & merengut”
• Kita bisa bersemangat seketika ketika melakukan tindakan seolah-olah sedang berterima kasih kepada audience yang memberi applause kepada kita.

IV. Dalam Diri Kita Terdapat Dualisme

GAGAL Vs SUKSES
So, We Must FighT That!!...
Mungkin cuma sgitu informasi yang bisa saya tulis di sini. Afwan kalo terdapat kekurangan.