Monday, June 20, 2011

Punya Tuhan Nggak Lo?!

Wah! Cukup lama juga ya saya nggak nulis. Ok deh, kali ini saya mencoba menungkap sebuah fenomena dalam kehidupan. Fenomena yang terjadi adalah ada orang yang hidupnya terlihat begitu tenang dan tidak ada beban, tapi di lain sisi ada orang yang hidupnya seakan-akan selalu dijepit oleh berbagai problematika kehidupan. Lalu, benarkah orang yang terlihat hidupnya selalu tenang dan tidak ada beban itu ia tidak pernah ditimpa suatu masalah pun? Kalaupun ada, apakah masalah yang ia hadapi tidaklah seberat masalah yang dihadapi oleh orang yang hidupnya seakan-akan selalu dijepit oleh berbagai problematika kehidupan?

Kata siapa?!
Faktanya, semua orang PASTI mempunyai beban dan pernah menghadapi suatu masalah yang berat dalam hidupnya. Namun yang membedakannya adalah dari bagaimana cara ia menghadapi segala masalah yang ia temui. Ia begitu yakin bahwa pertolongan Allah itu begitu dekat, ia pun yakin akan janji Allah yang mengatakan bahwa "bersama kesulitan itu ada kemudahan", dan ia selalu ridha dengan segala ketentuan Allah yang insyaAllah ada hikmah dibalik setiap kejadian.

Ia benar-benar meyakini bahwa sebesar apapun masalah yang ia hadapi, maka sesungguhnya ia memiliki Allah yang Maha BESAR.. 
Lalu, apalagi yang masih kita khawatirkan?? 
Ujian itu diberikan memang berbeda-beda kepada setiap orang. Bila suatu ujian diberikan kepada fulan X, mungkin baginya akan terasa berat. Namun bila ujian tersebut diberikan kepada fulan Y, mungkin akan terasa ringan. Itu karena kapasitas fulan X dan Y yang jelas berbeda.
Tapi, bukan berarti fulan Y nggak pernah dapet ujian yang berat. Tentu dia pun pernah dan akan diberikan ujian sesuai dengan kapasitasnya (tidak setingkat dengan ujian yang diberikan kepada fulan X, bahkan bisa jadi ujian yang diberikan kepadanya jauh lebih berat). Namun, dia bisa tetap tersenyum dan berdiri tegar karena keyakinannya akan Allah itu..So, pada intinya baik itu fulan X dan Y sama-sama punya ujian masing-masing kan?
"Sama" di sini bukanlah diartikan dengan tingkatan yang sama. Contohnya saja ketika murid SD yang mengikuti ujian nasional, tentu saja soal yang diberikan bukanlah soal yang ecek-ecek. Sesuai dengan tingkatan mereka, mereka akan merasa soal-soal tersebut bukanlah soal yang mudah. Lalu bagi siswa SMP yang juga mengikuti ujian nasional, mereka pun memiliki soal-soal sendiri. Meski namanya sama-sama "ujian nasional", tapi mereka diberikan soal-soal yang berbeda, yaitu sesuai dengan tingkatan mereka (bukan lagi soal-soal ujian nasional untuk tingkat SD). Dan bagi murid SMP pun akan merasa soal-soal ujian mereka bukanlah soal yang mudah. Dengan demikian, baik itu murid SD maupun SMP "sama-sama" mendapatkan soal yang tidak mudah bagi mereka. Seperti itulah perumpamaannya.
Jadi, sekarang udah tau kan bahwa semua orang PASTI punya yang namanya beban dan masalah yang berat dalam hidupnya. Bukan hanya Anda, Saya, atau Mereka. Tapi yang membedakan orang satu dengan yang lainnya adalah cara bagaimana ia menghadapi semua itu. So, jangan jadikan suatu masalah atau beban itu sebagai satu alasan yang membuat hidup kita terpuruk dan menderita. Masalah itu bukan untuk dihindari, tapi untuk dihadapi dengan bijak.
Seorang yang PESIMIS akan berpikir bahwa suatu masalah akan menjadi faktor penghambat atau bahkan yang dapat menekan ia pada suatu keterpurukan. Namun seorang yang OPTIMIS akan berpikir bahwa segala masalah yang ada justru merupakan suatu peluang untuk menjadikan ia lebih baik, menjadikan ia semakin tangguh dalam kehidupan, dan memberi ia kesempatan untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.
Lah kok bisa mengembangkan potensi? Gimana caranya??
Eitss!! Potensi itu kan sesuatu yang bisa dikembangkan. Jangan pikir yang namanya potensi itu cuma bakat-bakat kita aja sejenis main basket, main musik, nulis, dll.  Coba deh, orang pertama-tama bisa sabar pas dia lagi diuji, ke depannya pun insyaAllah orang itu akan lebih mudah untuk sabar ketika diberikan ujian-ujian selanjutnya. Semakin banyak masalah yang ia hadapi, semakin sering ia terlatih untuk bersikap sabar. 
Ketika seseorang berhasil mengatasi suatu masalah pun, ia akan mendapatkan sebuah pengalaman. Dengan demikian akan memperkaya dirinya dalam mendapatkan referensi untuk keperluan pengambilan keputusan dalam hidupnya ke depannya. Membuat ia menjadi orang yang dapat berpikir matang-matang sebelum bertindak dan mengambil keputusan. Hal-hal seperti itulah yang merupakan potensi yang dapat kita kembangkan dalam diri kita dengan adanya masalah.
Ketika membicarakan tentang hal ini, saya jadi teringat juga akan perbincangan seorang teman dengan teman saya yang sedang dirundung masalah. Teman saya yang sama sekali nggak ada tampang doyan nasehat, tiba-tiba aja nyeplos dengan perkataan yang begitu ringan namun maknanya begitu mendalam. Saya sebenarnya tidak sengaja mendengarnya, saat itu seketika menjadi speechless.
Situasinya adalah Y menceritakan segala keluh kesahnya kepada X. Entah bagaimana sepertinya X sudah mencoba melakukan berbagai cara untuk meredakan kesedihan X. Akhirnya, tiba-tiba aja si X berkata:
X: "Yaudahlah, sabar aja..emng udah jalannya kayak begini"
Y: Terdiam sambil menahan rasa sedihnya
X: "Nggak usah dibuat susahlah..punya Tuhan nggak lo?!"
Y: "Ya punyalah!!"
X: "Ya udah klo gitu..santai aja. Jangan kayak orang nggak punya Tuhan"
 
Selain ceplas-ceplos saya di atas, yukk kita pahami beberapa dalil di bawah. Ternyata, Allah itu memberikan ujian kepada kita pun bukan semata-mata tidak ada maksudnya. Namun, ujian-ujian itu sebagai:
1. Prasayarat Menjadi Mu'min
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan:  "Kami telah beriman", dan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan mengetahui orang-orang yang dusta. (QS. Al Ankabut: 2-3) 

2. Menguji Kesungguhan dan Keshabaran serta Memperoleh Pengampunan
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji pada kamu seklian sehingga Kami mengetahui orang-orang yang bersungguh-sungguh dan bershabar di antara kalian..
(QS. Muhammad: 31) 

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sesuatu dari rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, diri kalian, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang shabar, (yaitu) orang-orang yang ketika ditimpa musibah, mereka mengucapkan:  "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun ". Mereka itulah yang memperoleh pengampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itu orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqarah: 155-157)

Rasulullah SAW bersabda: tidak menimpa pada orang Islam dari payah (karena sakit yang terus-menerus),  tidak juga dari susah (karena cita-cita yang belum tercapai), tidak juga dari susah (krena kesedihan di masa lalu), tidak juga dari gangguan (yang menyakitkan hati), dan tidak juga dari susah (yang sedang dialami) sehingga mengenainya kecuali Allah menghapus dari beberapa kesalahan.(HR. Bukhari) 

3. Syarat Menjadi Ahlul Jannah
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh kemelaratan, penderitaan, serta digoncangkan (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata:  "Kapankah datangnya pertolongan Allah?". Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al Baqarah: 214)
 


Well, semoga tulisan ini bisa bermanfaat, terutama bagi sahabat-sahabat yang seringkali merasa pesimis ketika datangnya ujian..
Seberat apapun itu, hidup ini harus tetap berjalan..
Maka, sesungguhnya terus-menerus terpuruk dengan keadaan atau bangkit dari keterpurukan itu merupakan PILHAN sahabat-sahabat sendiri.
Ingatlah, bahwa sebesar apapun masalah yang kita hadapi, sesungguhnya kita memiliki Allah yang Maha BESAR..Ia lah yang Maha Berkehendak, segala ujian pun datangnya dari-Nya. Maka mintalah pertolongan kepada-Nya atas segala permasalahan kita. 

Tetap SEMANGAT, OPTIMIS, dan TERSENYUM lah, Kawan!! ^_^

Monday, January 31, 2011

Link "Search Engine" Download Skripsi - Full

Assalamu'alaykum,sahabat-sahabat ku semua yang lagi nyusun maupun yang baru mau nyusun skripsi maupun untuk yang lagi belajar mata kuliah Metodologi Penelitian, dan khususnya di kampus ku, Institut Manajemen Telkom, ada mata kuliah yang namanya Riset Bisnis Telekomunikasi/Media..
Berikut beberapa link buat nge-download skripsi secara utuh (full). Semoga bermanfaat ya.. ^_^

Perpustakaan UI
http://www.digilib.ui.ac.id/

Perpustakaan USU > Setelah nge-download beberapa file di sana, nanti kita diminta untuk bikin account di sana. Nggak ribet koq. Sahabat-sahabta tinggal bikin aja account di sana, abis itu kita bisa bebas nge-download lagi deh..
http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/82/simple-search?query

Perpustakaan Univ.Kristen Petra > Nah!! Kalau ini aku belum tau cara buat nge-download-nya. Kita cuma bisa ngeliat aja jadinya. Kalau mau, bisa sih di-save, yaitu dgn cara nge-"save page as" satu per satu halamannya.
http://dewey.petra.ac.id/dts_search_simple.php?mode=search

Afwan cuma 3 nih yang ane tau..
Semoga sukses skripsi kita semua and bisa lulus tepat waktu sesuai dengan target masing-masing!!
Man Jadda wa Jadda..SeMaNGaT!! ^_<

Saturday, May 29, 2010

Panduan Kemuslimahan GAMUS IM Telkom 2009 - 2010


Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun.. Tahun ini saya mendapat amanah sebagai Pengurus Inti sekaligus sebagai Kepala Muslimah. Kenapa saya katakan "sekaligus" karena di GAMUS IM Telkom seorang Kepala Muslimah belum tentu adalah Pengurus Inti dan Pengurus Inti itu sendiri bisa menjelma/menduduki posisi jabatan struktural apapun, bahkan sebagai Kepala Divisi sekalipun. Jadi bisa dikatakan kami memiliki jabatan struktural dan jabatan fungsional yang berbeda.

Sebelum saya menjelaskan mengenai Kemuslimahan itu sendiri, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu mengenai Kepala Muslimah. Kepala Muslimah atau yang lebih sering disebut Ketua Keputrian (Ka.Put) pada hakikatnya memiliki pengertian dan konsep yang sama. Yang membedakan hanyalah terdapat pada penggunaan istilah di Lembaga Dakwah Kampus masing-masing. Awal mula digunakannya istilah Kepala Muslimah pada GAMUS IM Telkom adalah karena keputrian itu identik dengan kegiatan kajian yang dilakukan tiap hari Jum’at. Sementara kegiatan dan inti dari Kemuslimahan itu sendiri tidak berhenti sampai di situ, melainkan ada buletin, komunitas, dan peran sebagai penggerak dakwah dari segi kemuslimahan dalam organisasi. Selanjutnya, istilah tersebut digunakan sesuai dengan istilah yang disepakati.
Kepala Muslimah GAMUS IM Telkom memiliki job description sebagai berikut:
1. Representasi dari Presiden
Jika Presiden GAMUS bertanggung jawab dalam memimpin organisasi secara keseluruhan, maka seorang Kepala Muslimah berfungsi untuk membantunya memimpin/membina organisasi dari segi kemuslimahan dan ia juga berperan ibu negara dalam sebuah pemerintahan/kepengurusan atau sebagai ibu rumah tangga dalam sebuah rumah tangga.
2. Meningkatkan Kualitas dan Kinerja Kegiatan Muslimah Khususnya Keputrian
Seorang Kepala Muslimah bertugas dalam membina dan memberi arahan kepada para pengurus Kemuslimahan sehingga ia dapat memastikan bahwa kinerja yang diberikan oleh timnya adalah yang terbaik.
3. Bertanggung Jawab atas Pencapaian Visi dan Misi Program Kerja Kemuslimahan Organisasi
Seorang Kepala Muslimah bertanggung jawab atas diterimanya pesan serta esensi dari visi-misi dan tujuan dari nilai-nilai Kemuslimahan oleh para pengurus Kemuslimahan khususnya dan para anggota organisasi pada umumnya, yang kemudian pemahaman lah yang akan menjadi landasan dan membawa para pengurus kepada pencapaian perogram kerja.
4. Bersama Presiden Menjaga Kestabilan Organisasi dengan Mengakomodasi Kebutuhan Organisasi
Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin (1). Selanjutnya akan dijelaskan pada bagian “Peran Kemuslimahan”.
5. Mengkoordinir Pengurus Muslimah di Tiap-Tiap Fakultas
6. Memegang Kendali Penuh Kegiatan Rutin seperti Rapat Koordinasi Kepurtian
7. Menjadi Motivator bagi Para Muslimah GAMUS IM Telkom
8. Menjadi Suri Tauladan bagi Muslimah GAMUS IM Telkom

Visi (Jargon Kepengurusan)
Menciptakan Generasi Muslimah Unggul “Lead The World with Your Faith” Sebagaimana teori dalam ilmu Leadership bahwa sebuah visi bersifat dinamis dan dapat saja berubah. Visi tersebut lah yang akan menjadi guide line dalam sebuah pencapaian tujuan. Dalam kepengurusan Kemuslimahan GAMUS 2009 – 2010, kami menggunakan “Lead The World with Your Faith” sebagai jargon yang berarti “Pimpin lah Dunia dengan Keimanan Mu”. Hal ini mengandung dua unsur makna yang mendalam, yaitu “Pimpin lah Dunia” dan “dengan Keimanan”.

Tiap-tiap dari diri kita adalah pemimpin dan tiap-tiap dari kita pula akan dimintai pertanggungjawaban akan kepemimpinan kita di akhirat kelak. Sebagai orang yang diberikan amanah tentu kita bertanggung jawab untuk memimpin tim kita, sebagai seorang kakak kita bertugas untuk memimpin adik-adik kita, kelak ketika sudah berumah tangga pun kita akan memimpin anak-anak kita kelak, dan yang paling minim lagi adalah kita harus mampu memimpin diri kita sendiri, terlebih lagi dari hawa nafsu yang seringkali menjerumuskan. Dalam makna “Pimpin lah Dunia”, mendefinisikan langkah aktif Kemuslimahan dalam menggoreskan prestasi dalam dakwah. Senantiasa berinisiatif, berinovasi, bekerja sama, dan memberikan kinerja terbaik untuk perjuangan dakwah ini, tak peduli siapa dia dan apa jabatannya.

Kemudian unsur “dengan Keimanan” mendefinisikan apapun yang kita lakukan di dunia ini harus senantiasa disertai dengan keimanan. Segalanya hanya berujung kepada satu tujuan, yaitu Ridha Allah.

Misi
• Menciptakan muslimah yang berilmu, shalihah, tangguh, mandiri, dan berdaya guna
• Menciptakan barisan akhwat IM Telkom yang kokoh
• Meningkatkan semangat akhwat IM Telkom dalam amal kebaikan

Peran Kemuslimahan
Kemuslimahan sebagai penguat organisasi
Wanita memiliki jumlah populasi yang besar, sementara..menangani wanita membutuhkan cara khusus (tidak semudah laki-laki menggunakan logika). Jika laki-laki mudah mengatakan, “Ya udah lah, gitu aja dibuat ribet”..mungkin lain halnya jika itu dikatakan kepada para wanita yang notabene lebih condong menggunakan perasaan dan memberi perhatian pada hal detail dalam menghadapi masalah. Di sini lah peran Kemuslimahan dalam memberi pengertian kepada para muslimah mengenai sesuatu.

Kemuslimahan layaknya sebuah rumah tangga (ada suami dan ada istri), saling bekerja sama..bukan bekerja bersama-sama. Bukan juga berdiri sendiri (hanya sekedar mengurusi tentang proker Kemuslimahan, melainkan juga membantu berlangsungnya organisasi). Menjaga kestabilan organisasi dari segi Kemuslimahan.

Standar Operation Procedure (SOP) Kemuslimahan
Silabus Materi
• Kajian Muslimah (40%)
• Kreatifitas & lain-lain (30%)
• Pengetahuan Umum (30%)

- Publikasi tiap-tiap kegiatan keputrian dilakukan maksimal H-2 (Rabu)
- Rapat evaluasi dilaksanakan tiap 4 kali atau lebih pelaksanaan keputrian
- Penerbitan buletin Annisa dilakukan tiap sebulan sekali pada awal bulan
- Pengadaan pemateri Keputrian dari luar lingkungan IM Telkom harus dengan sepengetahuan Kepala Muslimah
- Segala bentuk undangan yang masuk atau keluar menyangkut perihal kemuslimahan, disampaikan terlebih dahulu kepada Kepala Muslimah sebelum dilakukan eksekusi dan pendelegasian
- Segala bentuk kesenian (tarik suara dan tarian) akhwat hanya boleh ditampilkan dalam acara-acara kemuslimahan, karena wanita itu indah dan keindahan wanita itu bukan lah untuk dipertontonkan oleh khalayak ramai

Rekomendasi Strategi
- Mendesain bentuk evaluasi yang unik dan menarik, hal ini agar tidak menimbulkan kejenuhan para pengurus - Untuk melakukan evaluasi, tidak harus menunggu rekan-rekan pengurus yang berhalangan, jika kehadiran mereka tidak terlalu strategis
- Jadwal pelaksanaan evaluasi diinformasikan kepada para pengurus jauh-jauh hari dari hari pelaksanaan
- Agenda evaluasi harus diketahui oleh para pengurus terlebih dahulu agar bahan-bahan evaluasi yang diperlukan dapat dipersiapkan
- Kekompakan antar akhwat harus tetap dijaga agar mudah melakukan koordinasi, komunikasi, dan tertanamnya rasa untuk tolong-menolong lillahi ta’ala
- Panitia pelaksana kegiatan Keputrian tidak harus terbatas pada pengurus Kemuslimahan saja - Perbanyak dan senantiasa menjaga shilaturrahim dengan Kemuslimahan kampus lain

Tuesday, March 16, 2010

Konsep Diri


Ketika saya sedang membuka-buka kumpulan materi-materi yang pernah saya dapat, saya menemukan sebuah meteri yang menurut saya cukup Luar Biasa. Materi berikut disampaikan oleh Ust. Suherman ketika saya mengikuti Dauroh Mentor yang diadakan oleh Keluarga Muslim IM Telkom. Seketika..ntah kenapa saya bersi keras untuk membuat resume mengenai materi tersebut. Ya..itu semata-mata saya ingin berbagi ilmu saja. Semoga bermanfaat.

Kebanyakan orang tidak pernah menggunakan daya pikirnya, sekali pun untuk merenungkan dan mempertanyakan keberadaan dirinya sendiri. Siapa aku sebenarnya? Sebenarnya kenapa aku hidup? Apa tujuan hidup sebenarnya? Dan bagaimana aku hidup yang benar? Sudahkah aku memeluk agama yang benar? Pertanyaan-pertanyaan itu cukup "sederhana". Namun, ternyata persoalan yang muncul dari pertanyaan "sederhana" itu lebih dalam dan rumit daripada jawaban yang diharapkan. Padahal jawaban atas pertanyaan itu adalah hakikat hidup kita.

Manusia yang tidak tahu mengenai hakikat hidupnya adalah ia pula yang tidak mempunyai visi dalam hidupnya. Dan akibat dari hal tersebut adalah menjadikan hidup seorang manusia menjadi tidak jelas arah dan tujuannya. Mereka tidak pernah memikirkan mengenai arti hidup yang sesungguhnya. Berarti, mereka tidak memahami KONSEP DIRI mereka.


”Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS. At-Tin: 4)

Makhluk yang paling sempurna diciptakan oleh Allah adalah kita para manusia. Sebagai makhluk-Nya yang paling sempurna, manusia memiliki keistimewaan dari makhluk lainnya. Keistimewaan itu berupa akal, hati, dan jasad. Dengan keistimewaan-keistimewaan tersebut terdapat berbagai macam potensi yang dapat dikembangkan dalam diri seorang insan. Dan dengan potensi-potensi yang dimilikinya, menjadikan manusia pun senantiasa dapat berinovasi. Namun, satu hal yang cukup jelas membedakan kita dengan makhluk-Nya yang lain adalah pada manusia Allah telah memberikan akal. Akal ini lah yang akan memilah inovasi manusia agar tidak salah.

Dalam kesempurnaan manusia pun, Allah telah menjadikan penglihatan, pendengaran, dan hati.
Katakanlah: "Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati nurani". (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur. (QS. Al-Mulk: 23)

Mengapa tidak dikatakan Allah telah menjadikan mata dan telinga? Karena, banyak yang memiliki mata, tetapi mereka tidak memiliki penglihatan. Mata mereka digunakan untuk melihat hal-hal yang tidak halal baginya. Banyak yang memiliki telinga, tetapi mereka tidak memiliki pendengaran. Telinga mereka hanya digunakan untuk mendengarkan aib-aib orang lain, mendengarkan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya. Serta banyak pula mereka yang memiliki hati, tetapi hatinya tidak peka karena tidak digunakan untuk bersyukur, untuk memahami ayat-ayat Allah. Sebagaimana firman Allah:

"Dan sungguh, akan Kami jadikan isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih rendah lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS. Al A'raaf: 179)

Selanjutnya, untuk apa penglihatan, pendengaran, dan hati kita? Apakah cukup sampai di situ saja? Tentu tidak, melainkan kita gunakan untuk melakukan visi kita sebagai manusia, yaitu KEPEMIMPINAN.

Rasulullah bersabda, “Setiap kamu adalah Pemimpin, dan setiap Pemimpin itu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang Ia pimpin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam menjalankan kepemimpinan, tentu lah harus ada misi yang akan kita jalani, yaitu:

1. Misi Kehambaan (‘Abid)

"Tidak lah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku" (QS. Adz-Dzariyat: 56)


“Wahai Manusia, sembahlah Rabbmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa” (QS. Al-Baqarah : 21)


Aplikasinya adalah menjadikan kita orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang senantiasa melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala hal yang dilarang oleh Allah. Sehingga, jika terdapat suatu pertanyaan yang menyatakan bahwa “untuk apa kita shalat?”, “mengapa kita harus mengenakan jilbab?”, “mengapa harus puasa?”, dsb. Maka, jawabannya adalah sebagai bukti konkrit atau aplikasi pelaksanaan misi kita sebagai hamba Allah SWT. Oleh karena itu, puasa ,shalat, zakat, jilbab, dst sesungguhnya merupakan basic kita sebagai seorang Muslim. Jika saja amalan-amalan basic tersebut tidak benar, bagaimana dengan yang lainnya?


“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu”
(QS. Al-Baqarah : 208)

Perlu digaris bawahi kata-kata “Islam secara Kaffah”, tanpa pilih-pilih. Contohnya saja mengenai firman Allah SWT yang berbunyi, “Wa laa taqarabuzzina”. Maka, seharusnya kita menjauhi segala bentuk perbuatan-perbuatan tersebut tanpa banyak alasan dan execuses atau kelapangan-kelapangan yang kita berikan untuk diri kita sendiri. Mulai dari bersepi-sepian dengan lawan jenis, mengumbar pandangan, bersentuhan dengan yang bukan mahramnya, pacaran, dsb. Hal ini dapat kita analogikan dengan segelas es campur yang enak. Bagaimana jadinya jika kita mengetahui bahwa di dalam es campur tersebut telah ditetesi SETETES saja air comberan. Tentu kita pun tidak mau meminum es campur tersebut bukan? Kita hanya akan mau meminum es campur tersebut jika es campur tersebut kaffah/utuh es campur. Jika kita saja ingin yang sempurna, lalu mengapa dalam menjalankan syari’at-Nya kita memberikan yang setengah-setengah?

Kemudian, setelah kata "Islam secara Kaffah" diikuti dengan seruan "dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syetan"..hal tersebut berkaitan dengan teori yang menyatakan bahwa "sibukkan lah diri mu dengan kebaikan sebelum dirimu disibukkan dengan perbuatan-perbuatan bathil". Jadi, apabila kita tidak masuk Islam secara Kaffah, yaitu dengan benar-benar melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya tanpa memilih-milih perkara yang menguntungkan kita saja, maka niscaya syetan lah yang akan masuk dalam kehidupan kita. So, dalam menjalankan fungsi kita sebagai 'abid..penuhi lah hidup kita dengan semata-mata untuk beribadah kepada-Nya.

2. Misi Kekhalifahan

"Dan (ingat lah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat,"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi". Mereka berkata,"Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan mensucikan nama-Mu?". Dia berfirman,"Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (QS. Al-Baqarah: 30)

Sebagai Khalifah, maka manusia..
Bukan Pemilik yang Hakiki (‘adamu haqiqatul mulkiyah). Karena pemilik dan penguasa yang hakiki adalah Allah, Sang Pencipta alam semesta. Manusia hanya mendapat amanah mengelolanya (QS. 35: 13, QS. 40:53). So, masih pantas kah kita berbangga diri dengan harta yang kita miliki saat ini? (yang sesungguhnya hanya lah sebuah titipan dan tidak lah abadi), masih pantas kah kita berbuat dzalim pada orang lain? Masih pantas kah kita berbuat sesuka kita? Padahal kita ini tidak lebih dari seorang hamba-Nya yang tidak bisa hidup tanpa rahmat dan segala karunia-Nya..Masih pantas kah??..

Bertindak Sesuai Kehendak yang Mewakilkan (at-tasharrufu hasba iradatil mustakhlif). Sebagai khalifah (wakil) Allah di bumi, maka ia harus bertindak sesuai dengan kehendak pihak yang mewakilkan kepadanya, yaitu Allah (QS. 76: 30, QS. 28: 68).

Tidak Menentang Aturan/Melampaui Batas (‘adamul ta’addil hudud). Dalam menjalankan tugasnya, manusia tidak boleh melanggar batas-batas yang telah ditetapkan Allah dalam syariat-Nya (QS. 100: 6-11).

Monday, December 28, 2009

Bingkai Kehidupan by ShouHar


Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
kan menjadi saksi pengorbanan

Reff :
Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur'aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah
Asma' amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur'an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi

Sunday, December 27, 2009

Toksid Sebagai Sumber Penyakit

Secara fitrah tubuh manusia punya kekuatan yang mampu menjaga kesehatan dirinya. Namun, mekanisme ini nggak akan berfungsi apabila tubuh dipenuhi dengan banyak toksid (racun). Kondisi ini semakin parah jika toksid tersebut nggak dikeluarkan dengan sempurna, di sisi lain tubuh jadi tidak mendapatkan zat makanan yang cukup karena terhalang oleh toksid tersebut. Penumpukan toksid dalam tubuh mengakibatkan menurunnya kekebalan tubuh (imunitas). Kondisi ini menyebabkan berbagai penyakit mudah menyerang dan penyakit yang sudah ada sulit disembuhkan.

Tanda-tanda penumpukan toksid di tubuh seseorang adalah mudah letih, mengantuk, sembelit, darah tinggi, serangan jantung, sakit pada persendian, gelisah, bimbang, cepat marah, gagal ginjal, dll. Banyaknya toksid juga menyebabkan rendahnya tingkat kesuburan, kemerosotan IQ, dan tekanan mental (depresi). Tanpa disadari setiap hari tubuh kita kemasukan toksid (racun), baik yang dilakukan secara sengaja (seperti makanan) maupun tidak (udara,air, dll). Faktor yang menyebabkan toksemia (masuknya toksid dalam tubuh kita) antara lain:

  1. Pencemaran Udara. Udara kotor yang mengandung karbon dioksida (CO2) merupakan toksid (racun) yang sangat berbahaya bagi tubuh kita. Pencemaran udara ini terjadi setiap hari dan hampir di setiap tempat terutama daerah perkotaan, dari pabrik, asap kendaraan, asap rokok, pembuangan sisa toksid CFC, dsb.
  2. Pencemaran Air. Pencemaran air dapat terjadi akibat sisa-sisa zat kimia beracun, pestisida, dll.
  3. Makanan Siap Saji (Fast food). Sebagian besar makanan siap saji dipenuhi oleh zat kimia berbahaya seperti bahan pengawet, zat pewarna, penyedap, perasa tiruan, dsb.
  4. Hasil-Hasil Pertanian yang Beracun. Budidaya hasil-hasil pertanian yang menggunakan obat-obat kimia seperti pestisida, insektisida, herbisida, atau pupuk buatan lainnya banyak mengandung toksid. Zat-zat kimia yang terkandung dalam hasil pertanian tersebut belum sepenuhnya hilang meskipun sudah dicuci. Cara sederhana untuk menghilangkannya, rendam lah sebentar sayuran dalam air garam dan gosok-gosok perlahan.
  5. Kebiasaan Buruk. Banyak kebiasaan buruk yang tanpa disadari menimbulkan toksid, seperti merokok, mengabaikan kebersihan diri, kebiasaan makan yang tidak seimbang, dan tidur tidak teratur.
  6. Obat-Obat Kimia. Obat-obat kimia yang ada di warung atau apotek mengandung banyak toksid. Ketika kita mengkonsumsi obat-obat tersebut, ada tiga efek yang terjadi buat tubuh kita. Di satu sisi obat-obat tersebut menyembuhkan penyakit, di sisi lain obat tersebut merupakan racun sangat berbahaya bagi tubuh, dan juga merusak beberapa organ/sel-sel lain dalam tubuh. So, kalau bisa sebaiknya mulai lah mengurangi obat-obatan kimia. Lebih baik beralih lah ke herbal. Baca juga link berikut tentang pemberian obat-obatan kimia di negara maju: http://www.kaskus.co.id/thread/52e0862d40cb17974d8b45d7/dokter-negara-maju-pelit-memberikan-obat-ternyata-ini-alasannya/
  7. Tekanan Hidup Tekanan hidup, depresi, dan kurang olahraga mengakibatkan penumpukan toksid dalam tubuh.


Detoksifikasi

Detoksifikasi adalah proses pengeluaran toksid atau racun yang terkumpul dalam tubuh. Proses ini harus dilakukan karena keberadaan toksid dalam tubuh akan menghalangi proses penyembuhan dan penyerapan makanan. Ketika kita menggunakan makanan kita, dsb sebagai obat bagi tubuh kita, itu semua tidak akan memberi banyak manfaat jika di dalam tubuh terdapat banyak toksid. Oleh karena itu, semua toksid tersebut harus dikeluarkan dari tubuh, termasuk toksid yang timbul dari konsumsi obat-obat kimia. Organ tubuh yang memerlukan detoksifikasi ada 5, yaitu: hati (liver), ginjal (kidney), darah (blood), usus (colon), dan limfa (lymphotic).

Proses detoksifikasi menggunakan tumbuhan atau tanaman herba. Pada mulanya, proses ini belum lah sampai pada penyembuhan penyakit, bahkan akan menimbulkan rasa sakit yang disebut DOC (Direct Of Cure). Sebagaimana membersihkan kotoran yang menempel pada dinding, demikian pula detoksifikasi. Timbulnya rasa sakit bukan lah efek samping, melainkan suatu proses ke arah penyembuhan dan tidak akan berlangsung lama.

Mungkin ketika pertama kali mengkonsumsi madu, habbatussauda, mahkota dewa, rosella, dan jenis herba pengeluar racun lainnya tubuh akan terasa: mual, pusing, diare, muntah, sering buang angin, dsb. Zat-zat pembuangan dari dalam tubuh kita pun mengeluarkan bau yang tidak sedap. Hal ini menunjukkan sedang terjadinya reaksi antara herba tersebut dengan toksid yang ada di dalam tubuh dan kemudian toksid-toksid tersebut segera dikeluarkan. Teruskan konsumsi herbal tersebut, jangan berhenti, cukup dikurangi dosisnya.

Detoksifikasi Usus (Colon). Makanan yang tidak seimbang, kekurangan serat & air, penggunaan antibiotik, adanya tekanan perasaan (depresi) berpotensi menyisakan kotoran yang melekat pada lipatan-lipatan usus kecil dan usus besar. Dalam suatu otopsi, pernah ditemukan kotoran seberat 10-15 kg. Kotoran ini lah yang memicu munculnya penyakit kronis.

Penumpukan toksid pada usus dimulai dari makanan tidak seimbang yang memicu kadar keasaman lambung. Makanan tersebut adalah gula, tepung, fast food. Cairan empedu tidak dapat mencerna makanan tersebut dengan sempurna dan kemudian timbul lah plag pada dinding usus. Plag ini akan menghalangi penyerapan segala obat dan sari makanan sehingga kehilangan fungsinya. Penyumbatan usus dan adanya toksid pada usus ditandai adanya rasa sakit, seperti kepala pusing, lesu, napas bau, sakit persendian, dan gatal-gatal.

Herba yang sering digunakan untuk detoksifikasi usus adalah Herba Tujuh Angin yang terbuat dari mengkudu hutan dan Pelawas yang terbuat dari daun senna.

Wallahu ‘alam bish shawab.
from Buletin Sehat dengan penambahan

Friday, December 25, 2009

GAMUS Harus Lebih Baik

Hmm..mengingat kembali visi ku di awal mula bergabungnya diri ini di GAMUS (Keluarga Muslim) Institut Manajemen Telkom yang kemudian berkelanjutan dalam kepengurusan GAMUS saat ini. Pada mulanya, aku pun tidak menyangka dan tidak pernah terpikirkan dalam benak ku bahwa aku akan menjadi Penguint (Pengurus Inti) Kepengurusan GAMUS saat ini, karena kita semua tahu beratnya suatu amanah itu. Subhanallah.. 

Sebenarnya, tulisan ini sudah dimuat dalam notes FB ku dan web GAMUS di awal kepengurusan ku dan kawan-kawan. Namun, ketika ku baca kembali tulisan ku ini..seolah-olah mengingatkan ku kembali akan cita-cita ku dan kawan-kawan ku yang mungkin sempat sedikit saja terlupakan. Dan aku pun berharap, dengan tulisan ini dapat mengingatkan kembali sahabat-sahabat ku semua akan cita-cita mulia kita yang dahulu pernah kita ikrarkan.

Mengingat suatu pernyataan Sang Mantan Presiden GAMUS di akhir-akhir kepengurusannya, yang menyatakan: "GAMUS akan menjadi BESAR dan HARUS menjadi BESAR". Subhanallah, suatu pernyataan yang begitu menggugah hati ini untuk memperjuangkan agama ini di medan kampus khususnya dan medan luar kampus umumnya yang kemudian dengan sendirinya akan membawa maju GAMUS ke kondisi yang jauh lebih baik.

Namun, seketika..dalam pikiranku terbesit sebuah pernyataan: "GAMUS akan menjadi LEBIH BAIK dan HARUS menjadi LEBIH BAIK". Yah! Itulah kata-kata yang hadir dalam pikiranku saat itu, mengadopsi dari pernyataan Sang Mantan Presiden GAMUS. Memang dari unsur kalimat tidak begitu berbeda. Namun, dalam pengertiannya ada sedikit perbedaan. Mengapa aku tidak memikirkan untuk membesarkan GAMUS

1. Saat itu IM Telkom sedang mengalami yang namanya masa transisi perubahan struktur dan sistem institusi. Hal ini berpengaruh pula pada sistem dan strategi dakwah yang harus dilakukan GAMUS sesuai dengan kebutuhan organisasi saat ini. Sehingga, kita butuh fokus pada strategi baru yang matang and mantab..Kalau menggunakan ilmu manajemennya bisa kita istilahkan sebagai strategi yang efektif dan efisien. Teringat juga pesan Sang mantan Presiden untuk awal mula kepengurusan kami, "Jangan Bengong"..he

2. Untuk menjadi besar, tentunya kita harus menjadi lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. So, itu lah filosofi dari visi ku. GAMUS harus lebih baik. Yupz! Harus Lebih baik..Lebih baik dalam strategi, dalam sistem keorganisasian, dalam membangun hubungan, dalam membangun citra, pembinaan, mencetak kader yang kokoh, serta dalam penyatuan dan pencapaian visi & misi.

Ingat lah sahabat-sahabat ku! Organisasi layaknya sebuah mesin yang di dalamnya terdapat komponen-komponen penggeraknya. Jika salah satu komponen tersebut rusak atau hilang, maka mesin tersebut tidak dapat dinyalakan apalagi berjalan dengan baik. Seperti itu lah organisasi. Meski GAMUS terdiri dari berbagai unsur dan departemen. Tapi, pastikan bahwa kita semua adalah satu kesatuan yang kokoh dan tak kan goyah oleh rintangan.

Sahabat-sahabat ku..ayo kita bangun GAMUS BERSAMA-SAMA dengan segenap kemampuan kita. Ayo kita Jadikan GAMUS menjadi LEBIH BAIK yang kemudian akan membawa GAMUS menjadi BESAR..goreskan prestasi kita hingga membekas dalam sejarah perjuangan kita.. Untuk MEMPERBAIKI, kita tidak harus MERUBAH. Tapi untuk BERUBAH, kita harus MEMPERBAIKI. Pertahankan apa yang telah kita raih dan perbaiki apa yang menjadi kekurangan kita.Amanah ini memang lah berat. Namun, kita dapat membuatnya menjadi ringan bila kita menggunakan wadah keikhlasan dalam hati kita untuk membawanya. Just remember this:


"Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah. Maka Allah akan menolong mu dan meneguhkan kedudukanmu"

SEMANGAT!!
LET'S FASTABIQUL KHAIRAT..
ALLAHU AKBAR..
BERSAMA KITA (Kekeluargaan, Istiqamah, Taqwa, & Aktif) BISA..