Saturday, February 08, 2014

Akhlaq Dulu Apa Jilbab Dulu ?

"Katakan lah kepada wanita yang beriman: "Hendak lah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan jangan lah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendak lah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan lah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan jangan lah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubat lah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung"  (QS. An-Nur: 31)

Terinspirasi dari sebuah tulisan Ust. Abu Yahya (salah seorang pembicara Kajian Aqidah MQ FM), yang berjudul "Mana yang Lebih Dulu? Akhlaq Dulu Apa Kerudung Dulu? Khusyu' Dulu Apa Sholat Dulu?" juga kajian oleh Ust. Tsalits Daarut Tauhid beberapa tahun yang lalu..

Sering kita mendengar kilah sebagian orang, "Ah, saya mah belum siap berjilbab, mau memperbaiki akhlaq dulu". Atau ada yang mengatakan, "Saya belum bisa khusyu'/tenang jadi sholat juga percuma, ntar klo udah bisa khusyu'/tenang baru saya akan sholat". Benarkah kata-kata itu diperkenankan?

Tau nggak sih? Bahwa sesungguhnya memakai jilbab (bagi perempuan), shalat, dan puasa (ramdhan) itu merupakan basic (dasar) bagi seorang Muslim. Logikanya, jika dasarnya (shalat, puasa, jilbab bagi muslimah) saja tidak benar bagaimana dengan amalan lainnya.

Dalam islam pembelajaran menjadi baik dimulai dari aspek lahir lalu meningkat ke penghayatan bathin. Dan baru dari penghayatan bathin yang lebih lanjut ini lah yang akan membawa kita semakin baik dari waktu ke waktu (insyaAllah).
Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah BERIMAN". Katakan lah (kepada mereka): "Kamu belum beriman, tetapi katakan lah "kami telah TUNDUK (Islam)", karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu, dan jika kamu ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tiada akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang" (QS. 49:14)

Dari ayat tersebut menerangkan bahwa sebelum iman itu masuk ke dalam hati orang-orang Arab tersebut, mereka telah mengakui islam terlebih dahulu sebagai aspek lahiriyah. Dengan pernyataan itu pun darah mereka menjadi terpelihara (haram untuk dibunuh).

So, Kalau lahirnya saja sudah menyimpang (baik ucapan, perbuatan, ataupun tulisan), maka tidak ada artinya berkilah, "yang penting kan hatinya". Urusan hati mah beda lagi, tapi aturan Allah tetap lah aturan Allah yang jika dilaksanankan berpahala dan jika ditinggalkan berdosa. Justru dengan shalat hati kita akan menjadi tenang, dengan shalat kita akan terhindar dari perbuatan keji dan mungkar, dengan menggunakan jilbab kehormatan kita menjadi lebih terjaga, dan dengan berpuasa akhlaq kita dapat lebih terpelihara. So, perkataan-perkataan seperti yang demikian tadi seharusnya tidak diperkenankan. Yukk kita perbaiki ucapan dan penampilan lahir kita, insyaAllah Dia akan membimbing kita dan mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Aamiin.
"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwa lah kamu kepada Allah dan katakan lah perkataan yang benar.(niscaya) Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" (QS. 33:70-71)

Tapi..sekarang masalahnya..ternyata melakukan perubahan itu nggak mudah. Ya nggak? Khususnya dalam menggunakan jilbab bagi para muslimah. Cz, banyak sekali faktor X yang seringkali menghambat kita bahkan menghapus niatan baik kita itu seketika.

Tapi tau nggak sih?! Ternyata kita nggak sendirian loh. Para akhwat (muslimah) yang sekarang sudah bisa menggunakan jilbab lebarnya pun ternyata perjalanannya tidak semulus yang sahabat kira. Semua itu dibutuhkan perjuangan yang luar biasa.

Satu hal yang saya ingat dari ucapan seorang ustad adalah "ketika Allah ingin menguji seberapa besar niat/kesungguhan di dalam hati seseorang, maka Ia senantiasa akan membenturkan kita pada kondisi yang bertolak belakang dengan niat kita itu". Misal: ketika kita memutuskan untuk membiasakan diri dengan menggunakan rok, ada saja teman-teman bahkan keluarga sekali pun yang mengejek kita, bahkan parahnya ada juga yang justru melarang. Atau tiba-tiba saja aktivitas kita saat itu seolah-olah mengharuskan kita untuk banyak menggunakan celana. Padahal sebenarnya, jika kita menggunakan rok pun aktivitas-aktivitas itu masih tetap dapat kita lakukan (ex: outbound, hiking, lari pagi, backpaker, dll). Nah! Begitu juga halnya jika sahabat yang belum mengenakan jilbab saat ini tiba-tiba saja memutuskan untuk mengenakan jilbab. Akan selalu ada kemungkinan bahwa penghalang itu siap menghadang di depan mata.

Berjuang lah, wahai ukhti.. Allah hanya ingin menguji keteguhan hati mu. Apalah artinya keren/mulia di mata manusia jika ternyata kita tidak bernilai di hadapan Allah. Sebagai hamba-Nya yang tak akan bisa hidup tanpa rahmat dan karunia-Nya, sudah semestinya hidup dengan ridha Allah lah yang menjadi prioritas kita, bukan pujian, bukan sanjungan, dll. Dan jika ridha Allah sudah mnyertai kita, apa sih yang tidak mungkin? Hidup kita pun menjadi penuh berkah. ^_^

Wallahu 'alam.

Semoga kita dapat terus istiqamah di jalan yang diridhai-Nya
Never Stop to Fight.. You Never Alone, Ukhti.. ^_^


Nb: repost karena terjadi error yang menyebabkan tulisan ini menghilang dari blog ini

Baca juga: Hari Gini Introspeksi Diri??

Kumpulan Special Status Facebook

Malem ini ceritanya lagi nyari-nyari ilmu tentang optimalisasi blog karena saya ngerasa kayak ada sesuatu yang terjadi pada blog saya. Semoga aja sih sekarang jadi lebih baik. Nah! Dalam pencarian itu saya dapet satu pernyataan yang menyebutkan bahwa ternyata ada istilah yang disebut bad content menurut google. Dampaknya, si blog bisa kena pinalti. Bad content itu adalah tulisan yang berupa copy-paste dan tulisan yang terlalu pendek. Wuiihh.. ngeri dan saya juga jadi mikir jangan-jangan blog saya udah kena pinalti itu karena banyak tulisan jaman dulu saya yang isinya cuma berupa beberapa rangkaian kata. Tulisan itu merupakan beberapa status Facebook yang pernah saya buat dan menurut saya sayang banget kalau dibiarkan tenggelam begitu saja di dunia per-Facebook-an.

Setelah dicek, banyak juga. Mau saya delete tapi sayang. Akhirnya, saya dapet ide buat menggabungkan semua dalam satu postingan. So, here it is..

Mencari Perhatian Orang Lain??
Sahabat..
Jika engkau ingin mencari/menarik perhatian orang lain, maka lakukan lah dengan menjadi pribadi yang baik, pribadi yang selalu bersemangat, optimis, inspiratif, dan bersahaja ketimbang dengan mengeluh/marah-marah di tempat umum (termasuk social media) atau menjadi pribadi yang tidak menyenangkan..
Cara seperti itu insyaAllah akan lebih berkesan dan bermanfaat. Jika cara itu tidak berhasil, biar lah Allah saja yang memperhatikan kita..
Karena setiap hal baik yang kita lakukan sebenarnya adalah untuk kebaikan diri kita sendiri.

Cinta Itu Buta.. Cinta Itu Mencerahkan..
Cinta itu buta?
Itulah cinta yang didasarkan pada nafsu
Cinta itu mencerahkan?
Itulah cinta yang didasarkan pada ketaqwaan
Cinta yang hakiki adalah cinta yang tiap hembusan nafasnya didasarkan pada cinta kepada-Nya..
Maka seorang kekasih sejati bukan lah ia yang rela berkorban untuk mendapatkan hati kita melalui jalan yang tidak disukai-Nya, melainkan ia yang dapat mendekatkan diri kita pada-Nya dan takut akan sebuah pelanggaran terhadap aturan-Nya..

Cantik itu Tergantung Akhlaq
Seorang ahli syukur berkata:
Bila kamu bercermin dan kemudian dirimu merasa tidak cantik/rupawan, maka percantik lah dengan akhlaq..
Bila kamu bercermin dan merasa cantik/rupawan, maka jangan kau rusak dengan akhlaq mu..

"Ad-dunya mata'un wa khairun mata'iha al-mar'atun ash-shalihah"
Dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita shalihah..

Ketika Produktifitas & Semangat Diri Menurun
Ketika semangat dan produktifitas diri mulai menurun karena tidak adanya timbal balik yang kita harapkan, maka yakin kan diri kita bahwa segala yang kita lakukan adalah hanya untuk menjadi insan yang dapat menebar manfaat demi mendapatkan ridha dari-Nya.. Hamasah!! Tidak ada suatu kebaikan pun yang sia-sia..

Jangan Hanya Bisa Mengkritik, Tapi Berbuat lah..
Begitu banyak orang-orang yang hanya bisa mengkritik tanpa bisa memberikan solusi, hanya bisa menuntut namun tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa mengoreksi orang lain namun tidak bisa mengoreksi dirinya sendiri. Jika demikian, apa bedanya mereka dengan orang yang mereka kritik? Bahkan bisa jadi orang yang mereka kritik itu lebih baik karena mereka telah "berbuat sesuatu", mereka telah berjuang & melakukan yang terbaik. Dan mereka lah para pejuang sejati.

Ikhlasunniyah
Orang yang paling menikmati hidup adalah orang yang paling bersungguh-sungguh menjaga keikhlasannya. Manusia yang ikhlas adalah manusia yang berkarakter kuat dan tidak pernah mengenal lelah.

Walk The Talk..
Apakah kita harus menunggu untuk bergerak? Jika hanya itu alasannya, jangan harap perubahan itu akan muncul. Bergerak bukan lah sekedar MENGATAKAN ini salah dan itu salah, tapi bergerak adalah MELAKUKAN ini dan itu. Apa yang salah? Perbaiki. Apa yang kurang tepat? Benahi. Apa yang baik? Lakukan. Meski dari sebuah niat sudah menjadikan pahala bagi kita. Tapi dalam sebuah perubahan, hanya sekedar NIAT saja tidak cukup.. REALISASIKAN..

Melangkah Terus
Jangan pernah lelah melangkahkan kaki kita pada jalan kebaikan, karena tidak ada satu hal pun yang kan sia-sia selama hal yang kita lakukan itu adalah sebuah kebaikan. Dan gunakan lah waktu kita untuk mengambil hikmah dari tiap-tiap kejadian ketimbang dari menghabiskan waktu untuk mengeluh dan mengeluh, insya Allah kita akan menjadi orang-orang yang beruntung.

Teguhkan Hatimu!
Sahabat, bagaimanapun keadaan kita, hidup ini harus tetap berjalan. Seberat dan sepahit apapun itu..yakinlah bahwa itu semua adalah tarbiyah dari Sang Pencipta yang kelak akan membentuk diri kita menjadi insan yang berkualitas. Ingat lah akan jajni Allah kepada kita bahwa "sesudah kesulitan itu ada kemudahan". Dan ingat pula akan janji Allah kepada kita bahwa "Ia akan menunjukkan jalan-jalan Nya kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari ridha-Nya". Bismillah..Allahu Akbar,laa haula wa laa quwwata illa billah

Bukan Akhwat yang Lemah Lembut
Sebagai seorang akhwat, jadilah akhwat yang Kuat dan Lembut. Di balik Kelembutan ada Kekuatan dan di balik Kekuatan ada Kelembutan. Lalu, kekuatan dan kelembutan yang seperti apakah itu? Yaitu, Kekuatan yang senantiasa memberi Kesejukan dan Kelembutan yang senantiasa memberikan Kekuatan.

Bukan Kebetulan Muslim
Kita bukanlah seseorang yang hidup dengan segala aktivitas dan peran (mahasiswa, entrepreneur, dokter, ketua asosiasi, dsb) yang kebetulan merupakan seorang Muslim. Namun, kita adalah seorang Muslim yang kebetulan hidup dengan segala peran tersebut. Apapun peran dan kesibukan kita dalam hidup ini, jangan lah sampai melupakan akan identitas kita yang sesungguhnya, yaitu sebagai seorang Muslim yang oleh karena itu kita memiliki kewajiban untuk mensyi'arkan agama ini.

Khairunnas
Ketika diri mempertanyakan mengenai sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita, maka salah satunya adalah dengan bertanya pada diri sendiri sejauh mana nilai manfaat diri ini. Inagt lah tentang sabda Rasulullah SAW, "Khairunnas Anfa'uhum Linnas"

Marahmu, Karena Allah atau Karena Nafsu??
Pernahkah kita merasakan dan menyadari bahwa ketika kita sudah memiliki kedekatan dengan seseorang (dalam berbagai hal), justru membuat kita menjadi lebih mudah merasa kesal/jengkel dengannya.. Ketahuilah, sahabat! Justru di situ lah letak ujiannya.. Apakah hubungan yang kita jalin selama ini berlandaskan pada kasih sayang karena Allah atau hanya karena sekedar nafsu?! Tentunya jika hubungan kita itu berlandaskan karena Allah, kita tidak akan marah selain dengan alasan karena Allah.. Dan untuk kebaikan mereka.

Berharaplah Hanya Pada Allah
Janganlah keburukan yang dilakukan seseorang (kekecewaan terhadap sesuatu) menghalangi kita untuk berbuat dan menebarkan kebaikan. Sadarilah sahabat, bahwa ketika kita sering merasakan kekecewaan, itu berarti bahwa kita masih banyak berharap pada makhluk dan pada selain daripada-Nya. Berharap lah hanya pada-Nya. Niscaya semua akan terasa ringan karena kita tahu bahwa Ia kan membalas SEMUA pengorbanan kita di akhirat kelak tanpa pengingkaran sedikit pun terhadap janji-janji Nya atas kenikmatan yang akan Ia berikan kepada hamba-Nya yang selalu berjalan dan memperjuangkan agama-Nya. Semangat!! Keep ISTIQAMAH..

Peluang Itu Akan Selalu Ada
Seorang pemimpin harus mampu melakukan perubahan, menjadi inspirasi bagi sekitarnya, memiliki keteguhan hati yang lebih, dan pintar melihat dan memanfaatkan peluang. Ketahuilah bahwa dalam setiap kondisi itu pasti memiliki satu titik peluang yang dapat kita manfaatkan untuk mengembangkan & membangun suatu kemajuan. The Things that U have to do is "Knows What is Wanted", kemudian lihatlah apa yang kita miliki, berpikir cerdik, optimalkan Sumber Daya yang ada, dan utarakan hal itu dengan tindakan. Don't Give Up..Don't be Affraid because Allah with us. And Allah will give us the way for people that strugle in Allah's way..

Optimis!!
Membangun barisan yang kokoh itu sangat penting.
Bismillah... Sahabat-sahabat ku, mari kita berjuang bersama.
Opportunistic Optimism.. Yakin lah bahwa peluang itu selalu ada. Innallaha ma'ana..

Saturday, February 01, 2014

Seuntai Kata untuk Gamus


Gamus..
Begitu orang-orang memanggilnya
Satu kata sederhana namun memiliki makna mendalam
Keluarga Muslim..
Itu lah nama lengkapnya
Nama itu memberi sebuah konsep
Ketika keluarga bukan lah hanya menceritakan tentang sebuah hubungan darah
Tapi ini tentang orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita
Saling menjaga satu sama lain
Dan islam yang menjadi dasarnya

Kita dipertemukan dalam sebuah ikatan ukhuwah
Ikatan dalam keimanan
Ikatan yang penuh kasih-sayang
Ikatan yang penuh kesabaran & keikhlasan

13 tahun berkarya
Bukan lah waktu yang lama dalam kehidupan
Namun bukan pula waktu yang sebentar dalam sebuah perjuangan

Gamus..
Tempat ku tumbuh
Tempat ku berkembang
Tempat ku menjadi pribadi yang lebih baik
Tempat ku menyayangi dan disayangi
Tempat ku menggoreskan berbagai kisah
Tempat ku bertemu dengan sahabat-sahabat yang luar biasa

Gamus..
Meski kini kau telah berubah nama
Meski selanjutnya kau akan hidup bersama orang tua angkat mu
Namun kenangan bersama mu tak akan ku lupa
You'll be still in my heart
Thanks for everything

#Persembahan khusus untuk Gamus tercinta
2 Juni 2000 - 31 Januari 2013

Monday, January 06, 2014

Kau Terlalu Sombong!!

Hati..
Apa kabar kau di sana?
Masih kah kau dekat denganNya? Atau kini kau kian menjauh?
Masih kah kau penuh dengan nama-namaNya? Ataukah kosong kian hampa?
Masih kah kau subur disirami ayat-ayatNya dan disinari cahayaNya? Atau kau sudah terlalu sibuk dengan dunia mu hingga membiarkannya tak terawat, lusuh, layu, bahkan nyaris mati?
Masih kah kau rindu jika tak bertemu denganNya? Atau rindu tersebut sudah tergantikan dengan rindu yang lain, bahkan saat bertemu pun kau selalu terburu-buru?

Jawab wahai Hati..
Mengapa kau diam?
Kau itu tidak bisa hidup sendiri!
Kau hanya sebongkah gumpalan daging yang tak berarti tanpaNya.

Apa kau puas sekarang dengan hidup seperti ini?
Kau hidup tapi mati..
Kau mati tapi hidup..

Kau terlalu sombong Hati
Kau tidak tahu diuntung
Kau bahkan bukan lagi sosok yang ku kenal
Kemana diri mu yang dahulu?!
Apa Ia harus menampar mu terlebih dahulu agar kau kembali?!

Kau tidak perlu malu untuk kembali
Apa kau lupa bahwa kasih sayangNya selalu ada untuk mu?
Kau hanya butuh momentum untuk memulainya kembali
Hanya itu..

Kembali lah..
Segera kembali..cepat..
Karena kau harus siap saat Ia memanggil mu
Dan kau tidak akan pernah tahu kapan Ia akan memanggil mu


Baca juga: Hari Gini Introspeksi Diri??

Friday, January 03, 2014

Dorayaki Time..



Pada tau kan makanan kesukaannya Doraemon?!..hihhiii. Dulu waktu saya masih kecil, Ibu saya pernah bawain saya makan ini. Tiba-tiba saya jadi kepingin gara-garanya abis ngeliat FB temen saya yang di-tag sama temennya video cara membuat Dorayaki. Wah, tiba-tiba saya langsung search aja deh resepnya. Seperti biasa, saya selalu mencari banyak resep dari berbagai sumber untuk saya bandingkan terlebih dahulu. Kemudian saya pilih yang banyak digunakan dan agak masuk akal lah gitu..hehe. Dan setelah beberapa kali bikin, akhirnya saya rasa resep di bawah ini yang paling OK. Check this out..

Bahan Pancake
   2 butir Telur
100 gr tepung terigu + 1/2 sdt baking soda (aduk jadi satu)
  50 gr gula putih
  50 ml susu cair manis (+/- 5 sdm)
 1/4 sdt garam

Isi
Selai cookelat, keju, selai strawbery (sesuai selera)


Tahapan Pembuatan:
Kocok telur > masukka gula, aduk > tuangkan susu cair, aduk > masukkan tepung terugi + baking soda, aduk > masukkan air > tutup adonan, diamkan +/- 1
5 menit

Panaskan wajan datar (yang anti lengket) gunakan api yang palinng kecil > oleskan mentega ke wajan (pake tisu aja kalau nggak punya kuas kayak abang-abang tukang martabak) > tuang sekitar 1 scoop adonan ke wajan dan tunggu hingga muncul gelembung-gelembung hampir di seluruh permukaan adonan, kemudian baru dibalik > diamkan secukupnya > angkat > isi sesuai selera.

Nb:
Takaran untuk empat porsi dorayaki
Kocok adonan biasa aja, jangan menggunakan mixer
Beberapa sumber ada yang menambahkan 2 sdm madu
Jangan terlalu banyak baking soda karena akan membuat adonan menjadi pahit

Oh iya.. anyway, adonan ini bisa untuk bikin kue cubit juga lohh. Bedanya saat adonan udah muncul gelembung-gelembung (nggak perlu nunggu gelembungnya sampe banyak) langsung aja ditaburin toping dan kemudian wadah ditutup, tunggu beberapa saat sampe mateng. Nihh jadinya kayak gambar di samping. Tapi kalo gambar disamping ini niatnya saya mau bikin kue cubit 1/2 mateng, tapi malah kematengan. Jadinya kue cubit 3/4 mateng deh..he


Well, selamat mencoba..  \ (^_^) /

Ledakan Emosi





Kemarin saya diingatkan kembali tentang kondisi beberapa tahun lalu saat masih menginjak bangku perkuliahan. Saya sempat dianugerahi sebuah peristiwa hebat bersama beberapa rekan seperjuangan.
Saat itu kami marah, buyar, kesal.. So emotional. Namun ada bisikan lembut yang berkata:
 
 
" Sabar jernihkan pikiran mu, singkirkan dulu sejenak semua rasa egois mu, berpikir lah, jujur pada hati mu "
" Apakah ini semua salah mereka? "
" Apakah kalian tidak ikut andil dalam peristiwa ini? "
" Menurut mu, memangnya apa yang sampai membuat mereka berbuat demikian?? "


Perlahan, akhirnya saya pun mengerti dan memahami hikmah dibalik peristiwa tersebut.
 

Seringkali kita menjadi tak terkontrol saat menghadapi sesuatu yang amat tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita. Luapan emosi menguasai akal dan hati kita, hingga sulit rasanya untuk menemukan kebenaran yang ada. Menganggap diri sendiri lah yang paling benar, dan tentu menyalahkan orang lain menjadi kegiatan yang mengasyikkan saat itu.


Banyak faktor dan sisi lain yang mengacaukan akal pikiran dan hati saat amarah menguasai. Bahkan saat kita telah menemukan kesalahan pada diri kita, kita terlalu sombong untuk jujur pada diri sendiri dan mengakuinya. Maka muncul lah alasan serta kalimat-kalimat pembelaan. Akibatnya, hikmah-hikmah yang ada pun tidak dapat diserap dengan baik. Hasilnya.. nihil.. hanya sekedar peristiwa buruk yang menimbulkan banyak luka di hati. No something special. Padahal Allah menyelipkan sesuatu yang istimewa dari tiap kejadian yang Ia berikan, yaitu hikmah dan pembelajaran. Itu dia kenapa di atas saya mengatakan bahwa itu adalah anugerah.

So, be wise.. stay calm.. think clearly.. be honest.. and open your mind.. open your heart..

Thursday, January 02, 2014

Mr. Bad Man & Mr. Good Man


So complicated feelings..
Adakalanya kita memainkan dua peran yang berbeda dalam satu cerita, sehingga kadang kala terjadi pergolakan hebat pada dasar hati nurani dan rasionalitas logika saat harus mengambil sebuah keputusan penting.

Saat itu lah integritas kita memainkan peran diuji. Apakah hanya akan terbawa perasaan atau tetap mengutamakan rasionalitas logika atau justru mencampur aduk keduanya dengan komposisi yang tepat??

Dan saat sebuah keputusan telah ditetapkan akan sebuah tindakan, adakalanya justru harus menyakiti diri kita sendiri dan pihak lain. Sakit memang, tapi itu lah cinta/kasih sayang yang sesungguhnya.

Saat dimana kita berani mengambil risiko untuk menerima kenyataan bahwa orang yang kita sayangi akan merasa tersakiti..
Saat dimana kita berani mengambil risiko untuk dibenci oleh orang yang kita sayangi akibat tindakan yang kita putuskan..
Namun, itu lah yang harus kita lakukan.

Ingat kah saat Ibu kita melarang kita saat sedang bermain-main di tempat berbahaya? Ketika kita bermain-main di dekat kompor, dekat semak berduri, berlari-lari di pinggir jalan, beratraksi di atas meja, bahkan ketika kita sedang asik memegang setangkai bunga yang cantik nan indah namun berduri, ia akan langsung melarang kita dan menjauhkan kita dari hal yang begitu kita senangi tersebut namun sebenarnya berbahaya. 

Dalam hatinya tidak tega melihat kita yang seakan-akan kesenangannya diambil begitu saja olehnya, ia pun harus menerima luapan emosi amarah kita. Tapi ia tetap sabar mengambil peran itu dengan ikhlas karena ia amat menyayangi kita.

Mungkin saat kita masih kecil, kita tidak akan mengerti mengapa ibu kita melarang melakukan sesuatu yang amat kita senangi tersebut. Tapi saat kita mulai besar dan semakin mempelajari lebih banyak hal, baru lah kita bisa mengerti alasan tindakannya tersebut.

Hmm.. dan sekarang, saya pun bingung seolah tidak mengerti kenapa tulisan ini bisa tiba-tiba tercipta? hehe.

Terus apa hubungannya sama judul di atas yahh?? Layaknya dalam sebuah film pasti lah terdapat peran The Good Man dan The Bad Man. Adakalanya seorang aktor memainkan peran sebagai Mr. Good dan adakalanya juga ia harus memainkan peran sebagai Mr. Bad meski peran tersebut tidak sesuai dengan karakteristik pribadinya. Hubungan tulisan ini dengan judul di atas adalah kita diibaratkan seorang aktor film dalam kehidupan. Adakalanya kita dapat memainkan peran sebagai Mr. Good mengikuti keinginan hati nurani dan keinginan kita. Tapi, adakalanya kita harus memainkan peran sebagai Mr. Bad.

Apapun peran yang kita mainkan, jika niat kita adalah untuk kebaikan.. Yakin kan pada diri kita "Everything's gonna be Alright". Biarkan tangan-tangan Allah yang bekerja kemudian..  (n_n)